Selasa, 11 Agustus 2009

Senyum dan Wangi Para Syuhada, Bukti Karomah Allah SWT Kepada Mujahidin


had, 9 November 2008. Menjelang siang sebuah sms dari istri Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra beredar di kalangan masyarakat Muslim. Begini isinya: Bismillah, Saya bersaksi Abdul Aziz bin Syihabuddin bin Nakhail Imam Samudra Qudamah SYAHID. Wajahnya bersih baunya harum... Alhamdulillah.

Informasi dari istri Imam Samudra rahimahullah ini diperkuat kesaksian adik beliau, Lulu Jamaluddin. "Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumahnya, Lopang Gede, Serang

Sementara itu, kakak Imam Samudra, Khoirul Anwar yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali. "Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum."

Sementara itu dari Lamongan, koresponden Arrahmah yang berada di Tenggulun menceritakan bagaimana bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan ketika mereka ingin melaksanakan sholat jenazah. "Bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan. Kedua mujahid terlihat tersenyum dan wajahnya bersih, sangat bersih, serta jauh lebih tampan. Allahu Akbar!"

Foto wajah bahagia dan bersih disertai senyum tipis Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra ini kemudian dipublikasikan secara luas oleh situs arrahmah.com dengan tulisan berjudul: "Asy Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada".

Sejak pemuatan foto eksklusif Imam Samudra tersebut, yakni hari Ahad, 9 November 2008 sore hari, situs arrahmah.com kebanjiran pengunjung yang sangat luar biasa. Antusias kaum Muslimin untuk mengetahui secara langsung foto orang yang syahid menyebabkan situs arrahmah.com berkali-kali mengalami down akibat beban pengunjung yang overload. Subhanallah!

Senyum dan Wangi Para Syuhada

Melihat senyum orang yang mati syahid (syuhada) membawa kesan tersendiri bagi orang-orang beriman. Dengan kain kafan seadanya, terkadang masih tercecer darah segar pasca pertempuran, selalu terlihat senyum tersungging indah di bibir mereka, meski dengan beragam ekspresi. Pancaran kegembiraan dan rasa puas yang tak terhingga seolah menjadi hal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia.

Memang, Allah SWT telah menyiapkan bagi mujahidin dan orang-orang yang mati syahid di jalanNya berbagai karomah, anugerah, ketinggian derajat dan kedudukan yang tidak dapat dicapai melalui ibadah-ibadah yang lain.

Bahkan Nabi kita, tauladan kita, Muhammad SAW berkeinginan kuat untuk mendapatkan keistimewaan ini, mati syahid. Lihatlah, betapa manusia terbaik di alam ini bercita-cita pula untuk syahid fi sabilillah. Beliau SAW bersabda :

"Demi yang jiwa Muhammad berada di tanganya, aku ingin berperang lalu mati syahid, kemudian berperang lagi dan mati lagi, lalu berperang lagi dan mati lagi."

Rasulullah SAW juga bersabda :

"Berdiri satu jam di jalan Allah adalah lebih baik daripada berdiri shalat pada malam lailatul qadar di samping Hajar Aswad." (HR. Ibnu Hibban, Al Baihaqi, dan yang lain)

Jihad fie sabilillah adalah puncak tertinggi (dzarwatus sanam) Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

"Dzarwatus sanam (puncak tertinggi) Islam adalah jihad, tidak akan dapat mencapainya kecuali orang-orang yang paling utama di antara mereka." (HR. Ath Thabrani)

Syekh Abdullah Azzam, pelopor jihad abad modern, banyak menceritakan karomah jihad dan mujahidin, utamanya yang berjihad di Afghanistan. Beliau mengatakan bahwa di suatu ketika beliau sedang bersama Jalaluddin Haqqani di Paktia dan melihat seorang mujahidin yang syahid. Beliau melihat betapa cerahnya wajah si syahid seolah-olah memancarkan nur (cahaya). Saya teringat firman Allah yang berbunyi : "Wujuhun yauma idzin nadhirah". Kami meneruskan perjalanan, lalu para pemuda yang hadir di sana satu sama lain bertanya, "Apakah kalian mencium bau wanginya?" "Ya" kata yang lain, "Wangi sekali..."

Ghulam Muhyiddin dari Wardak menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan 1404 H, yang saat itu musim panas, gugur 15 mujahidin sebagai syuhada. Selama tiga bulan mereka berada di udara terbuka, kepanasan dan kedinginan, namun tidak seorang pun dari mereka yang berbau busuk, malah sebaliknya, bau mereka itu wangi.

Tentang wangi tubuh seorang yang mati syahid, Syekh Abdullah Azzam juga punya pengalaman sendiri. Ketika beliau membawa surat yang diambil dari kantong Asy Syahid Abdul Wahid, panglima Baghman yang gugur sesudah I'edul Adha tahun 1405 H. Surat yang terkena darah si syahid itu wangi sekali baunya, meskipun sudah dua bulan surat itu ada di tangan beliau sejak dia tewas. Selain itu, sebuah surat yang juga terkena darah syahid Yahya Siniyor, seorang mujahidin Arab berada di tangan Abul Hasan Al Madani lebih dari dua bulan. Namun bau wanginya masih tetap. Lalu sebagian dikirimkan kepada keluarganya agar dapat membuktikan sendiri bau wangi tersebut.

Dalam Risalah Taklimat, semacam peryataan sikap, Imam Samudra, Mukhlas, dan Amrozi rahimahullah pernah menyatakan : ...Dan seandainya kami dieksekusi, maka cucuran dan tetesan darah kami-Insya Allah, bi izdnillah-akan menjadi nur (cahaya lentera) bagi kaum mukminin, dan menjadi nar (neraka, api penghangus) bagi kaum kafirin dan kaum munafiqin...

Foto Senyum Para Mujahidin

Banyak foto mujahidin yang diekspos media menampilkan mereka semua sedang tersenyum, misalnya foto asy syahid Syamil Basayev, seorang komandan mujahidin Chechnya, tersenyum tipis dengan wajah putih berseri di antara lebatnya jenggot beliau.

Begitu juga foto Syekh Abu Mus'ab Az Zarqawi, yang syahid akibat bombardir rudal pasukan kafir Amerika dan sekutu-sekutunya di Baqubah, Iraq. Fotonya dipublikasikan di seluruh media, terutama internet. Foto beliau nampak tersebyum tipis (seperti foto Imam Samudra) dan dengan wajah yang terlihat bersih dan utuh.

Begitu pula foto asy syahid Mulla Daadullah, mujahidin Afghanistan, juru bicara Emirat Islam Afghanistan, Juga foto Syekh Abdul Rashid Ghazi, ulama mujahidin yang syahid dibantai toghut Pakistan di Masjid Lal. Bahkan Komander Khattab, pemimpin Mujahidin Arab di Chechnya didokumentasikan oleh kawan-kawannya ketika syahid dan kaum muslimin dapat dengan mudah mengakses foto tersebut.

Dalam salah satu video produksi Ar Rahmah Media berjudul The Caravan of Syuhada In Afghanistan Land ; Seharum Angin Surga, seorang mujahid dari Afghanistan, Haidarah Hawin menceritakan bagaimana kondisi komandan beliau Usamah Al Hamawi, rahimahullah, yang mendapatkan kemuliaan mati syahid di medan jihad Afghanistan. Berikut kesaksiannya :

"Beliau terbunuh dalam sebuah sergapan musuh. Beliau adalah orang yang sangat rendah hati dan aku bergaul dengan beliau selama 4 tahun. Demi Allah, wajahnya sangat bersinar terlihat seakan-akan dia tersenyum dan tidak terbunuh. Aku dan temanku mencium bau wangi dari jasad Usamah, aneh! Bau apa ini ?, aku mencium bau wanginya sangat kuat. Demi Allah, selama hidupku aku tak pernah mencium bau sewangi ini. Saya masih menyimpan sejumlah uang kertas yang saya usapkan pada darahnya ketika itu. Dari darahnya ini tercium semerbak bau misk dan tidak hilang hingga 40 hari sejak beliau meninggal."

Subhanallah. Senyum mujahidin dan wangi tubuh mereka adalah sebuah bukti dari Allah SWT kepada para mujahidin bahwa mereka di sisi Allah SWT menempati derajat yang mulia dan karena hal itu pulalah mereka tersenyum dan bergembira. Allah SWT berfirman :

"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran (3) : 168-171)

Wallahu’alam bis Showab!

Barack Obama dan Malcom X Di Mata Al Qaeda

Apa perbedaan antara Barack Obama dengan Malcom X ? Apa pula persamaannya ? Apa pentingnya perbedaan dan persamaan mereka untuk kaum Muslimin? Bagaimana pendapat Hakimul Ummat, Syekh Aiman Az Zawahiri tentang mereka berdua ?

Bush Pergi, Obama Datang

Dalam sebuah video yang baru-baru ini dirilis oleh As Sahab Media, sayap media Al Qaida, Hakimul Ummah Syekh Aiman Az Zawahiri secara menarik membandingkan antara presiden terpilih Amerika yang ke-44, Barack Husein Obama dengan Malcom X. Video bertajuk Dzahaba Bush wa Majiy Obama atau berarti Telah pergi Bush maka Datang Obama, secara jelas dan terang-terangan dibandingkan dua karakter yang berbeda, namun memiliki beberapa persamaan tersebut. Tampilan video itu sendiri sudah mencerminkan ‘beda’ antara kedua orang tersebut. Tampilan video menunjukkan Malcom X berada di sisi sebelam kanan, sedang duduk diantara dua sujud, berpakaian rapi, khusyuk di dalam sebuah masjid. Teks di bawahnya tertulis (dengan bahasa Arab) Malcom X rahimahullah.

Sementara itu, di sisi sebelah kiri, nampak Barack Husein Obama, mengenakan topi khas Yahudi, skulakap dan ditemani beberapa Rabi Yahudi, juga sedang berdoa khusyuk di tembok ratapan, Israel. Teks dibawahnya tertulis, juga dengan bahasa Arab, Barack Husein Obama.

Obama and Malcom

Sementara di tengah-tengah keduanya, Syekh Aiman Az Zawahiri, Hakimul Ummat, orang kedua di Al Qaida, berlatar belakang kitab-kitab berbahasa Arab, menyampaikan pesan suaranya kepada seluruh umat muslim berkenaan dengan terpilihnya Barack Husein Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat.

Pada pesan pertamanya Syekh Aiman menyatakan selamat kepada umat muslim dikarenakan kekalahan pasukan Amerika di Iraq yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Syekh Aiman juga menyindir Bush dan administrasinya yang semakin semrawut di Iraq.

Kekalahan pasukan Amerika di negeri dua sungai tersebut baru disadari Bush di akhir masa jabatannya. Entah ingin mencari muka atau karena takut diadili oleh masyarakatnya sendiri, Bush menyatakan penyesalannya atas laporan intelejennya yang keliru soal senjata pemusnah massal. Ini pun bisa jadi hanya taktik Bush agar dia tidak kehilangan muka menghadapi kekalahan pasukan Amerika melawan mujahidin Iraq. Dalam wawancara dengan televisi ABC tersebut, Bush juga menyesali krisis finansial global yang telah menyebabkan hilangnya banyak lapangan pekerjaan dan menyusutnya dana pensiun.

Di Iraq, pasukan kafir Amerika memang mengalami kekalahan demi kekalahan yang fatal ketika melawan pasukan mujahidin, terutama yang diorganisir oleh Daulah Islamiyyah Iraq di bawah pimpinan Amirul Mu’minin, Abu Umar Al Baghdady. Lebih dari 4.200 pasukan kafir Amerika meregang maut di Iraq sejak perang dimulai tahun 2003. Di bumi kaum muslimin lainnya, Afghanistan, pasukan kafir Amerika juga ditempatkan sebanyak 34.000 pasukan. Pasukan kafir ini akan berhadapan dengan mujahidin Afganistan di bawah komando Amirul Mu’minin, Mullah Umar Muhammad. Kebijakan memerangi kaum muslimin inilah yang akhirnya disesali oleh Bush, di akhir masa jabatannya. Lalu bagaimana dengan sikap dan kebijakan presiden terpilih yang baru, Barack Obama ?

Pesan kedua Syekh Aiman Az Zawahiri dalam video tersebut memang ditujukan kepada Barack Obama sebagai presiden terpilih Amerika yang ke-44. Syekh Aiman memperingatkan Obama dengan tegas bahwa jika ia keras kepala tentang kegagalan Amerika di Afghanistan, maka ingatlah nasib Bush, Presiden Pakistan terdahulu, Pervez Musharraf, dan nasib Soviet dan Inggris sebelumnya,”

Hal ini disampaikan oleh Syekh Aiman mengingat Barack Obama berencana mengirimkan pasukan yang lebih banyak lagi ke Afghanistan dan berjanji melanjutkan serangan-serangan kepada mujahidin di Afghanistan. Syekh Aiman dalam video tersebut menyatakan : “Apa yang telah Anda umumkan….bahwa Anda akan menarik pasukan AS dari Irak dan akan mengirimkannya ke Afghanistan, adalah sebuah kebijakan yang telah terlihat kegagalannya,”

Dalam suatu wawancara, Obama mengulangi lagi janji dalam kampanyenya bahwa ia akan menarik ke luar seluruh pasukan AS dari Irak dan akan memindahkan fokus militer AS ke Afghanistan. Sikap dan tindakan Barack Obama ini jelas merupakan konsistensi dan eksistensi Perang Salib yang dilakukan oleh Amerika yang kali ini berada di bawah komando Barack Obama.

Beda Barack Obama dan Malcom X

Video kemudian menampilkan kunjungan Barack Obama ke Tembok Ratapan, Israel, Rabu (23/7). Dalam kunjungannya ke Israel tersebut, Obama berjanji akan mendukung dan menjamin keamanan negara zionis tersebut. Bahkan ia juga mengenakan kopiah khas Yahudi, skulacap sambil meletakkan karangan bunga putih di museum peringatan Yad Vashes Holocaust. Barack Obama juga terlihat ditemani beberapa Rabi Yahudi, yang dengan serius menunjukkan sebuah buku kepada Obama. Syekh Aiman pun mulai mengomentari dan membandingkan kemunafikan Obama dengan Ketulusan Malcom X.

Syekh Aiman mengatakan pesan kepada Obama : “Anda terlahir dengan orang tua Muslim, akan tetapi anda memilih untuk berada di barisan musuh-musuh kaum Muslimin, dan beribadah mengikuti ibadahnya orang-orang Yahudi, meski pun anda mengklaim seorang Nasrani hanya untuk mencapai pucuk kepemimpinan di Amerika Serikat. Lalu anda menjanjikan kembali kepada Israel, anda juga berjanji akan menyerang wilayah-wilayah di Pakistan, yang dengan demikian anda akan melanjutkan kembali Perang Salib di bawah komando Amerika. Dan seminggu yang lalu pesawat udara anda telah membunuh 40 Muslim Afghan yang tidak berdosa dalam sebuah pesta pernikahan di wilayah Kandahar.”

Sebagaimana telah diketahui masyarakat awam, Barack Obama yang lahir di Hawai, 4 Agustus 1961 ini memiliki orang tua negro muslim, yakni ayahnya, Husein, yang menjadi nama tengahnya. Selain itu, ayah tiri Obama pun adalah seorang muslim, meskipun bukan muslim yang taat bahkan tidak menganggap agama sebagai hal serius. Namun dari hal inilah, banyak kaum muslimin tertipu dan menganggap Barack Obama juga seorang muslim dan mendukungnya. Padahal dia adalah penganut Protestan yang taat dan aktif di gereja.

Demi untuk mencapai pucuk kepemimpinan di Amerika, Barack Obama pun mengumbar janji dan komitmen untuk mendukung habis-habisan yahudi zionis Israel dan berjanji pula untuk menghabisi mujahidin, terutama di Iraq dan Afghanistan. Ini memang harga tiket untuk masuk ke gedung putih.


“Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya wilayah itu negara dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya”, ungkap Obama sebagaimana dikutip oleh New York Sun Editorial.

Obama juga berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council-NJDC) pada Februari 2007 sebelum dia menjadi presiden AS. Berikut janjinya :

“Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel.”

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kepasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.” Demikian ungkapan hati Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi Israel yang ke-60.

Sikap Obama kepada kaum Muslimin juga sudah sangat jelas, sebagaimana ungkapannya kepada Hamas :

“Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel.”

Dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang merupakan tempat pertemuan tokoh politik dan bisnis pro Israel, Obama menegaskan dukungannya terhadap Israel, menempatkan Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, seraya meminta AS meningkatkan bantuan militernya pada negara zionis tersebut. “Jerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel dan harus tetap tak dibagi.”, ujarnya sebagai sebuah bentuk komitmen yang kokoh.

Pidato Barack Obama yang ‘menjilat’ pembesar-pembesar yahudi Israel ini bisa kita saksikan dalam layanan situs You Tube. Sepanjang pidato tersebut, beberapa kali Obama mendapatkan standing applaus sebagai rasa puas komunitas yahudi Israel akan komitmen Obama pada mereka. Barack Obama juga menjanjikan dana 30 Milliar dollar Amerika untuk keamanan Israel.
obama Syetan 2 obama setan

Keberpihakan Obama kepada zionis Israel semakin nampak sejak ia menjadi anggota senat di Washington pada 2002. Salah satu penyandang dana yang mendukungnya, Penny Pritzker, adalah pentolan zionis yang menguasai rantai hotel Hyatt di seluruh dunia. Sejak itu pula, ia menunjuk sejumlah penasehat yang dikenal pro Israel. Di senat ia kerapkali mendukung sejumlah keputusan yang menguntungkan Israel.

Kemudian Syekh Aiman Az Zawahiri membandingkan Barack Obama dengan Malcom X. Demikian ungkapannya :

“Adapun Malik al Shabazz rahimahullah (nama lain Malcom X sepulang beliau dari haji) terlahir dari orang tua negro yang juga seorang pastor bernama Louise Little dan kemudian dibunuh oleh orang kulit putih ekstrim. Tapi Allah SWT mengasihi beliau dengan memberikannya petunjuk kepada Islam. Beliau begitu membanggakan dirinya terutama dalam masalah persaudaraannya dengan sesama muslim. Beliau sangat mengutuk kejahatan Perang Salib yang dilancarkan Barat terhadap orang-orang yang lemah dan didzolimi. Lalu beliau mendukung masyarakat untuk mengadakan perlawanan terhadap penindasan Amerika. Malcom X juga berbicara tentang revolusi seluruh dunia melawan kemapanan kekuatan Barat.”

Kisah Malcom X sangat legendaris. Buku, bahkan film tentang beliau telah dipublikasikan. Bisa dikatakan Malcom X adalah hero bagi warga kulit hitam di Amerika umumnya, dan bagi kaum muslimin secara khusus. Malcom X bahkan dianggap tokoh yang menggelorakan jihad kaum negro melawan penindasan dan diskriminasi orang kulit putih Amerika. Padahal, sebelum mengenal Islam, kehidupan Malcom X penuh dengan derita dan sengsara.

Malcolm X lahir di Omaha/Nebraska, tanggal 19 Mei 1925. Sebenarnya nama aslinya adalah Malcolm Little. Karena dia lahir dari pasangan Earl dan Louise Little. Pada awal akhir tahun 1920-an, keluarga Little pindah ke Lansing, Michhigan. Ayahnya Pendeta Baptis bernama Earl Little yang juga aktivis Universal Negro Improvement Association (UNIA). Ibunya bernama Louise little. Malcolm punya 5 orang saudara seibu dan 3 saudara lain ibu.

Malcom X dilahirkan dalam keluarga yang berantakan dan setelah pindah ke Boston beliau terserat dalam lembah hitam hingga suatu saat tertangkap polisi dan ditahan selama 10 tahun. Kehidupan di penjara menjadi berkah bagi Malcolm remaja. Ini titik balik pertama dalam hidupnya. Atas dorongan teman satu selnya, Bimbi, Malcolm remaja belajar membaca dan menulis. Ia melalap buku-buku yang ada di perpustakaan penjara. Bahkan, ia ikut berbagai kursus korespondensi.

Pada tahun 1948, adiknya Reginald menyatakan bisa mengeluarkan Malcolm dari penjara dengan syarat ia berhenti merokok dan berhenti makan daging babi. Reginald berusaha mengislamkan Malcolm dan mengajaknya masuk ke dalam barisan Back Muslims atau The Nation of Islam yang didirikan oleh Elijah Muhammad.

Ajaran Elijah Muhammad menarik minat Malcolm yang mengaku dirinya atheis. Ia setuju masuk The Nation of Islam yang bertujuan memisahkan ras kulit hitam dari ras kulit putih. Bahkan, Malcolm percaya betul dengan ajaran Elijah bahwa orang kulit putih bertabiat jahat dan tidak bisa dipercaya. Sebagai tanda keanggotaan, ia memakai nama Malcolm X. X adalah simbol yang dipakai pengikut Black Muslims untuk menyatakan bahwa mereka adalah generasi yang hilang. Manusia yang tercerabut dari asal-usulnya akibat perdagangan manusia yang dilakukan oleh orang kulit putih. Mereka diculik dari Afrika, dibawa dan dijual di Amerika sebagai budak.

Setelah keluar dari The Nation of Islam, Malcolm X mendirikan organisasinya sendiri. Ia juga melakukan perjalanan haji ke Mekkah. Di Tanah Suci terbukalah cakrawala pikirannya. Ia baru tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Kebencian terhadap ras kulit putih adalah pemikiran yang keliru. Islam tidak membeda-bedakan warna kulit.
Sebagaimana Barack Obama, Malcom X juga seorang orator ulung. Setiap dia berbicara, orang takjub dan terdiam khusyuk mendengarkan pidato yang dibawakan secara berapi-api. Hanya saja, jika pidato Barack Obama mengajak kepada kekufuran dan mendukung zionis yahudi Israel, maka pidato Malcom X adalah semangat pembebasan dari perbudakan kulit putih Amerika menuju persamaan kedudukan dalam Islam.

Dalam video keluaran As Sahab ini diperlihatkan bagaimana Malcom X berpidato pada sebuah kesempatan. Mengenakan pakaian rapi, berkacamata, jenggot tipis, dengan artikulasi yang jelas dan penuh semangat, Malcom X menyampaikan aspirasinya tentang revolusi seluruh dunia melawan kediktaktoran Amerika.

Syekh Aiman kemudian mengatakan bahwa Barack Obama, Condoliza Rice, Collin Powel (semuanya warga negara Amerika keturunan Afrika, atau negro) adalah sama saja, hanya memanipulasi ras mereka untuk kepentingan kepemimpinan Amerika yang dzolim dan selalu memerangi umat Islam. Mereka sangat berbeda dengan Malcom X, yang juga negro, tetapi betul-betul memperjuangkan persamaan hak dan kewajiban mereka di atas dunia ini.

“Amerika perlu memahami Islam, karena Islam adalah agama yang menghapuskan masalah ras di kalangan pemeluknya. Dari seluruh perjalanan yang pernah saya lakukan ke dunia Islam, saya bertemu, bicara dan bahkan makan bersama dengan orang-orang yang di Amerika akan dianggap sebagai orang kulit putih-namun sikap sebagai orang kulit putih telah dihilangkan dari pikiran mereka oleh agama Islam.

“Orang Negro Amerika tidak bisa disalahkan atas rasa dendam rasial mereka-mereka hanya bereaksi atas rasisme yang dilakukan warga kulit putih Amerika secara sadar selama hampir empat ratus tahun. Tapi seiring dengan rasisme yang mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya tetap yakin, di akademi-akademi dan universitas-universitas, akan terlihat tulisan-tulisan tangan di dinding-dinding dan banyak di antara mereka yang akan berubah ke jalan spiritual yang sebenarnya-satu-satunya jalan yang menjadikan Amerika untuk terhindar dari bencana akibat tindakan rasisme yang tidak bisa dihindari akan menimbulkan bencana itu.”

Syekh Aiman juga memperingatkan Barack Obama yang posisinya saat ini menjadi presiden Amerika, bahwa sesungguhnya Perang Salib yang saat ini tengah dilancarkan Amerika melawan Islam dan kaum Muslimin sebenarnya tidaklah dilakukan (sebagaimana yang mereka katakan) untuk mengejar pribadi atau kelompok tertentu, melainkan mengincar kebangkitan dan perlawanan jihad untuk mengguncang pilar-pilar seluruh kekuatan dunia Islam. Inilah fakta yang selalu kalian tolak dan seolah-olah tidak kalian ketahui.

Awal dan Akhir yang Menentukan

Syekh Aiman Az Zawahiri dalam video tersebut akhirnya berpesan kepada umat Islam agar tetap mewaspadai sepak terjang Amerika, meskipun telah berganti kepemimpinan pada hakikatnya tetap melanjutkan kebijakan Perang Salib kepada Islam dan kaum Muslimin. Amerika tetap akan mengekspansi, dan menduduki negeri-negeri kaum Muslimin. Adapun satu-satunya cara untuk menghalau Amerika hanyalah dengan jalan atau melalui putra-putra terbaik kalian, mujahidin.

Syekh Aiman juga menyatakan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tinginya kepada mujahidin yang tengah berjuang di Iraq, Somalia secara khusus dan mujahidin di mana pun berada umumnya, serta menasehatkan mereka agar tetap istiqomah menghadapi pelbagai rintangan dan cobaan.

Terakhir Syekh Aiman memperingatkan rakyat Amerika yang telah melakukan pilihan kepada presiden Bush dan kini Obama yang pada hakikatnya menerapkan kebijakan yang sama saja, yakni memusuhi Islam dan kaum Muslimin. Untuk itu, mereka harus siap menerima segala reksiko akibat pilihan mereka tersebut.

Barack Obama sendiri telah menunjukkan jati dirinya, serta pembelaannya kepada ‘anak emas’ Amerika, zionis yahudi. Barack Obama telah menunjukkan betapa terlahir dari seorang ayah yang muslim bukanlah jaminan untuk kemudian juga menjadi seorang muslim dan berpihak kepada Islam dan kaum Muslimin, Sementara itu, seorang Malcom X yang terlahir dari seorang ayah kristen, namun akhirnya menjadi muslim yang sholeh, dan berjuang untuk tegaknya Islam, bahkan mati ketika memperjuangkan Islam. Subhanallah!

Kesimpulannya, meskipun Barack Obama dan Malcom X sama-sama berasal dari ras yang sama (negro), dan kedua-duanya juga dikenal sebagai orator ulung, smpatik, penuh kharismatik dan disukai banyak orang, namun keimanan dan pilihan akhir hidup mereka tidaklah serta merta sama. Petunjuk atau hidayah senyatanya adalah hak dan kehendak Allah SWT kepada siapa pun yang dikehendakiNya.

Sungguh, petunjuk (hidayah) itu semata-mata dari Allah Ta’ala. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan sebaliknya siapa yang Allah sesatkan, tidak ada seorangpun yang bisa menunjukkannya.

Wallahu’alam bis Showab!

Percik Darah di Serambi Al Quds, Akankah Kita Diam ?

Biadab. Israel kembali menumpahkan darah kaum Muslimin di Gaza, Palestina. Sekitar 300 Muslim tewas dirudal zionis yahudi dan 600 lainnya luka-luka pada Sabtu waktu zuhur, 27 Des 2008. Sementara itu jet-jet tempur Israel terus menggempur terowongan-terowongan di jalur Gaza. Ketika darah kaum Muslimin ditumpahkan oleh yahudi Israel laknatullah, bantuan apakah yang paling dibutuhkan oleh saudara-saudara Muslim kita di sana ?

jet

darah

Masalah Palestina tidak akan pernah selesai selama derita kaum Muslimin di negeri suci tersebut masih terjadi. Syekh Usamah bin Ladin pernah mengatakan, Amerika tidak akan pernah memimpikan keamanan hingga kami benar-benar merasakannya di Palestina.

Nyatanya, percik darah masih tercecer di Serambi Al Quds. Ucapan dari mulut-mulut kecil dan tak berdosa, bocah-bocah malang Palestina menjadi saksi betapa kekejaman kaum yahudi laknatullah masih terjadi di bumi suci Palestina. Takkan mungkin air mata tidak menetes menyaksikan kekejaman tak berperi ini dari lubuk hati seseorang yang masih ada iman di dadanya.

Anak-anak kecil Palestina menanggung beban orang-orang dewasa. Langkah kecil mereka terhadang para penjahat yang zolim dan laknat. Diusir dan diburu siang dan malam. Sedangkan kita khawatir dengan anak-anak kita sendiri, ketika tangannya kotor karena debu, sedangkan mereka anak-anak Palestina tangan mereka kotor kena peluru dan mesiu. Serta darah yang tertumpah. Mereka, anak-anak Palestina, tak pernah merasakan kenikmatan hidup sejak terlahir di dunia ini.

Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.

Sungguh, Percik Darah di Serambi Al Quds ini akan menaikkan tensi ghiroh kita kepada Islam, terutama kaum Muslimin Palestina. Jika bocah-bocah Palestina dengan lantang mengatakan : ‘Beri aku senjata, maka demi Allah aku akan melawan mereka’. Maka bagaimanakah dengan kita ?

Syekh Aiman Az Zawahiri, salah satu ulama masa kini yang menaruh perhatian sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim". Beliau berpesan :

“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.

Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.

Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Percik Darah di Serambi Al Quds juga mengisahkan bagaimana umat yang dihina di Palestina, bangkit dan memilih jalan kemuliaan mereka, jihad! Dari bumi para nabi tersebut, lahir singa-singa perjuangan yang rela mengorbankan hidupnya untuk sebuah kemuliaan abadi. Izuddin Al Qossam, Yahya Ayash, Syekh Ahamd Yasiin, dan nama-nama syuhada yang tak bisa disebutkan satu persatu yang telah memercikkan darah mereka di Serambi Al Quds demi memenuhi janji mereka kepada Allah SWT. Sungguh, kekejaman yahudi kepada kaum Muslimin hanya akan melahirkan para pemberani dari negeri tersebut.

Muhandi At Thahir, insinyur, ahli bom di brigade Izzuddin Al Qossam, Darin Taufiq, pelaku aksi syahid pertama dari kaum Muslimah, Ayat Al Akras, Riyyim Shalih Ar Riyaasyi, adalah contoh pemuda dan pemudi Palestina yang menempuh jalan syahid demi membela kehormatan kaum muslimin di Palestina. Keyakinan dan keberanian mereka mestinya memompa semangat jihad kaum Muslimin di mana pun mereka berada.

Jihad, Solusi Masalah Palestina

Syekh Abu Mush'ab Az Zarqawi pernah mengatakan : "Sesungguhnya kami berjihad di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Palestina telah menjadi masalah seluruh kaum Muslimin yang masih ada setitik iman dan ghiroh Islam dalam dadanya. Masalah ini tidak bisa dijadikan masalah lokal, hanya khusus rakyat Palestina saja, tetapi harus menjadi masalah global, seluruh ummat Islam sedunia. Kaum Muslimin wajib membebaskan tanah kaum Muslimin di Palestina.

Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : “Kepada saudara kami di Palestina. Kami ucapkan, Sesungguhnya darah anak-anakmu adalah darah anak kami. Dan darah kalian adalah darah kami. Darah dibalas darah kehancuran dibalas kehancuran. Kami bersaksi atas nama Allah bahwa kami takkan membiarkan kalian sampai kita menang…atau mati seperti Hamzah r.a.

Syekh Usamah menepati janjinya. Serangan 11 September 2001 dilancarakan dan merupakan jawaban langsung atas kebijakan politik Amerika membela agresor Israel yang membumi-hanguskan Palestina. Jadi, Amerika diserang bukan karena mereka adalah corong kebebasan, tetapi karena Amerika adalah pelindung utama kaum laknat yahudi yang menyiksa anak-anak kaum Muslimin.

Al Haznawi, salah seorang pelaku aksi syahid 11 September bersumpah berulang-ulang bahwa yang dilakukannya adalah karena dan untuk Palestina, untuk Palestina, dan Palestina. Begitu juga, Syekh Abdul Aziz Al Muqrin, Syekh Zarqawi, dan lainnya.

Demikianlah perjuangan umat Islam dalam upayanya membebaskan Palestina. Dahulu, Nabi Muhammad SAW memuliakan Masjidil Aqsha dan Palestina. Para sahabat kemudian membebaskannya dan menjadikannya sebagai wilayah Islam. Kini Palestina terjajah dan didzolimi. Percik darah masih tercecer di bumi Palestina. Apakah yang telah kita lakukan ?

Hamas, Brigade Izuddin Al Qassam & Seruan Jihad Yang (Seharusnya) Tidak Pernah Padam

Sepekan setelah peristiwa penabrakan sekelompok pekerja Muslim oleh tentara Israel di Al Maqthuroh, Palestina, Intifadhah dimulai. Peristiwa 8 Desember 1987 tersebut oleh HAMAS (Harokah Muqowwamah Islamiyah) atau Gerakan Perlawanan Islam Palestina dijadikan momentum dimulainya perjuangan suci membebaskan tanah Palestina, tanahnya orang-orang Muslim dari cengkraman zionis Israel, dengan jihad sebagai satu-satunya jalan pembebasan! Munculnya HAMAS merupakan kulminasi perjuangan panjang kaum Muslimin Palestina dan dilatarbelakangi beberapa hal penting, seperti macetnya langkah-langkah penyelesaian yang ditempuh negara-negara Arab dan PLO. Usaha-usaha perdamaian yang diprakarsai oleh Dewan Keamanan PBB hanya mengeluarkan resolusi-resolusi yang tidak pernah mau dipatuhi Israel. Kondisi PLO sendiri semakin melemah karena konflik internal dan juga karena tekanan dan pengkhianatan negara-negara Arab moderat membuat PLO akhirnya menerima usulan Amerika mengakui negara zionis Israel. Hancurnya kekuatan PLO ini semakin membuat Israel lupa daratan dan mabuk kemenangan.

Di sisi lain, tokoh-tokoh Muslim Palestina dibebaskan dari penjara dan kamp-kamp penyiksaan, termasuk ulama kharismatik Palestina, Syekh Ahmad Yassin yang kemudian menjadi inspirator dan pemimpin spiritual HAMAS.

Izzudien Al Qassam Brigade
Mujahidien Brigade Izzudien Al Qassam

Brigade Izuddin Al Qossam adalah sayap militer HAMAS dalam merealisasikan jihad atas kaum yahudi. Nama Izuddin Al Qassam diambil dari nama salah seorang anggota HAMAS yang syahid pada tanggal 25 November 1935, setelah terjadi pertempuran hebat melawan pasukan kafir Inggris di Junain.

Brigade Izuddin Al Qassam tampil sebagai kekuatan militer yang sangat ditakuti Israel. Beberapa operasi militer yang sangat spektakuler telah dilakukan brigade ini dan berhasil membuat tentara Israel menderita kerugian yang cukup banyak. Kehadiran mereka secara perlahan namun pasti telah menciptakan kondisi keamanan tertentu yang nampaknya tidak dapat dikontrol lagi oleh pasukan zionis Israel, terutama di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Brigade Izuddin Al Qassam memulai operasi mereka dengan menghancurkan patroli Israel di perkampungan Al Syujaiyah dan membunuh tiga prajurit Israel. Dengan pekik takbir yang membahana, mereka mengumumkan pertanggung jawaban atas penyerangan tersebut. Israel pun segera memberlakukan larangan ke luar rumah dan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah dan memantau situasi dengan helikopter.

Dua hari kemudian, Brigade Izuddin Al Qassam kembali menyatakan diri bertanggung jawab atas penembakan sebuah mobil patroli Israel di kota Al Khalil yang menewaskan seorang prajurit kafir Israel.

Saat itu, liputan media massa belum menyentuh Brigade Izuddin Al Qassam, sehingga mereka dan HAMAS belum cukup dikenal luas. Namun, setelah Brigade Izuddin Al Qassam berhasil menculik dan menawan seorang komandan militer Israel di kota Al Lad, dunia pun gempar. Komandan tersebut dijadikan tebusan yang hanya bisa ditukar dengan pembebasan pemimpin mereka, Syekh Ahmad Yasin. Peristiwa tersebut menjadikan nama Brigade Izuddin Al Qassam menjadi buah bibir dikarenakan dalam waktu yang singkat berhasil mempelopori berbagai aksi militer yang spektakuler.

Brigade Izuddin Al Qassam mulai tampil ke permukaan secara terang-terangan pada 1 Januari 1992 ketika mereka berhasil membunuh ketua pengaman perumahan Israel. Peristiwa tersebut bersamaan dengan perayaan ulang tahun PLO sehingga sempat mengecoh berbagai kalangan dengan asumsi yang melakukan aksi tersebut adalah PLO. Tetapi setelah Israel menangkap para pelaku aksi tersebut, saat itu pula Brigade Izuddin Al Qassam mengumumkan kehadirannya secara luas.

Selain dikenal dengan aksi-aksi militer yang spektakuler, Brigade Izuddin Al Qassam telah menyumbangkan beberapa pejuangnya dalam aksi istisyhad (aksi syahid), seperti : Ghosan Abu Nada (dari Jabaliyah), Mohammad Abu Naqiroh (dari Rafah), Thoriq Duhkhan dan Yasir Al Hasanat (dari An Nur Syirot), Mohammad Jundul (dari Al Maghozi), dan lain-lain.

Kini, mata dunia kembali tertuju kepada HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam. Sejak gempuran membabi buta zionis Israel, Sabtu, 27 Desember 2008, ke wilayah Gaza, HAMAS melalui Brigade Izuddin Al Qassam tetap bertahan dan melancarkan serangan balik dengan roket-roket yang mereka buat sendiri.

Secara perhitungan akal, kekuatan dua pasukan yang bertempur itu sangat tidak seimbang. Bagaikan Daud melawan Goliath. Angkatan bersenjata Israel, IDF (Israel Defence Forces) memiliki kekuatan 176 ribu infanteri bersenjata lengkap, 286 helikopter serbu, 875 jet tempur berkecepatan supersonik, 2800 tank, dan 1.800 senjata artileri seperti meriam, rudal, peluncur roket yang semuanya siap ditembakkan.

Sementara itu, HAMAS hanya berkekuatan 20.000 mujahid, tanpa pesawat tempur, jet atau helikopter patroli satu pun. Hanya saja, mereka memiliki Allah SWT yang selalu bersama mereka, dan semangat jihad yang menyala-nyala. Hebatnya lagi, dengan pertolongan Allah, mereka mampu membuat roket sendiri yang diberi nama Battar, dan peluru Al Bana, dan Al Yasin yang menjadi senjata paling ampuh dan terkenal melibas zionis yahudi.

Dalam video yang dikeluarkan oleh Ar Rahmah Media berjudul HAMAS The Brigade of Izuddin Al Qassam, dijelaskan visi misi Brigade Izuddin Al Qassam dan ditunjukkan bagaimana mereka berlatih, mempersiapkan serangan dan pukulan mematikan kepada zionis Israel.

Pimpinan Politik HAMAS, Ismail Haniya, dalam video tersebut mengatakan :

“Perlawanan yang dipimpin oleh HAMAS sayap militer Brigade Syahid Izuddin Al Qassam, Intifadhoh Aqso yang mulia membentuk perlawanan dengan Yahudi, pertama karena perlawanan adalah pilihan rakyat Palestina, setelah lebih tujuh tahun perdamaian mandul, yang mana rakyat Palestina melalui ini semua, ditambah kesanggupan orang-orang dan tim pelatih untuk memperbaiki alat-alat untuk perlawanan. Gaza memiliki orang-orang yang punya keinginan yang lebih panas bagai bara api. Sudah menjadi kewajiban bagi HAMAS dan Brigade Izuddin Al Qassam untuk menunjukkan kepada musuh zionis yang biadab apa yang bisa mereka lakukan.”


Perjuangan Panjang HAMAS dan Jihad Palestina

HAMAS dibangun pertama kali oleh ulama kharismatik Syekh Ahmad Yassin, ulama kelahiran tahun 1939 di Al Joura, 20 km utara Gaza, dan kemudian tinggal di sebuah flat di kota Gaza sejak awal tahun 1970-an. Saat itu, banyak pemimpin Islam di Palestina maupun tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin di berbagai negara Arab yang dibebaskan dari penjara dan kamp-kamp penyiksaan, termasuk Syekh Ahmad Yasin. Saat usia beliau masih 10 tahun, beliau dan keluarganya telah dipaksa menjadi pengungsi oleh agresor Israel pada tahun 1948. Saat masih remaja Syekh Ahmad Yassin mengalami kecelakaan saat ia berolah raga. Setelah kejadian tersebut, ia menjalani hidupnya di atas kursi roda. Di atas kursi roda itulah seruan intifadhah beliau serukan dan di atas kursi roda itu pulalah tiga rudal zionis Israel menghantarkan beliau syahid.

Beliau tampil membina dan membimbing umat yang saat itu sudah rusak dan hampir putus asa, dibantu oleh Fathi Yakan, Syekh Ahmad Qathan, dan lainnya. Mereka membangkitkan kembali ruhul Islam dan ruhul Jihad kaum Muslimin Palestina sehingga memunculkan momentum intifadhah yang sekaligus memunculkan HAMAS untuk komitmen berjuang membebaskan tanah Palestina, tanahnya orang-orang Muslim dari agresor zionis yahudi.

HAMAS tidak menganggap intifadhah sebagai akhir dari perjuangan mereka, tetapi sebagai mata rantai dari perjuangan panjangnya. Gerakan Perlawan Islam tidak menghendaki pengorbanan habis-habisan melalui perang dengan batu, melainkan sebuah upaya membebaskan tanah Palestina secara menyeluruh melalui peperangan yang melibatkan seluruh putra Palestina juga seluruh kaum Muslimin di dunia.

Komitmen dan perjuangan nyata HAMAS berhasil merebut simpati umat Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat. HAMAS yang juga memiliki sayap politik dan sosial selain sayap militer semakin dikenal dan disukai masyarakat Palestina secar luas. Pada saat itulah ujian dan cobaan menerpa HAMAS. Perjuangan suci untuk membebaskan tanah Palestina dengan satu-satunya jalan, yakni jihad mulai dikotori dengan sistem pemilu demokrasi ala Barat yang nampak indah dan memukau.

HAMAS akhirnya terjebak untuk ikut sistem pemilu demokrasi kufur, yakni pada pemilihan parlemen pada tahun 2006. HAMAS, terutama sayap politiknya semakin terpedaya dan terpukan dengan kemenangan yang mereka peroleh, mendapatkan 76 dari 132 kursi yang diperebutkan. Kemenangan HAMAS dalam demokrasi kufur terebut sudah barang tentu tidak diakui Israel. Selain itu, kemenangan HAMAS menjadi pemicu kecemburuan faksi Fatah yang sedari dulu menempuh jalan kompromi dan damai dengan Israel. Pertikaian antara HAMAS dan Fatah pun tidak bisa dihindari

Pimpinan HAMAS, Khaled Mashal, dalam sebuah wawancara dengan Koran Rusia, Nezavisimaya Gazeta, pada tanggal 13 Februari 2006 menyatakan kemungkinan HAMAS untuk hidup berdampingan dengan Israel dengan beberapa syarat. Syarat itu antara lain pengakuan batas wilayah 1949, penarikan Israel dari semua wilayah Palestina yang diduduki termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Selain itu Israel juga harus mengakui hak-hak warga Palestina, termasuk hak untuk kembali ke tanah airnya.

Sikap melunak HAMAS ini tentu saja sangat disesali sebagian besar kaum Muslimin yang telah menyadari bahwa kaum zionis yahudi Israel tidaklah mengenal bahasa damai dan taat terhadap perjanjian yang dibuat. Organisasi jihad global Al Qaida, melalui Syekh Aiman Az Zawahiri saja sampai mengeluarkan sebuah statemen yang cukup keras kepada HAMAS sebagai sebuah nasihat agar tidak mengambil jalan dami, jalan parlemen, dan hanya menggunakan jalan suci jihad fie sabilillah untuk membebaskan tanah Palestina.

Dampak pilihan HAMAS mulai terjadi. Pasca terbentuknya kabinet HAMAS melalui sistem kufur pemilu demokrasi, pada tanggal 20 Maret 2006, HAMAS bentrok dengan Fatah di jalur Gaza. Bentrokan yang sangat memilukan tersebut akhirnya bisa diakhiri pada 27 Juni 2006. Namun kesepakatan tersebut tidak berarti karena sejak 9 Juni 2006 Israel memulai penyerangan kepada HAMAS di Gaza.

HAMAS berhasil menangkap seorang tentara Israel Gilad Shalit. Israel membalas dengan menangkap 64 pejabat HAMAS, termasuk anggota kabinet dan legislatif. Penangkapan politisi HAMAS ini memberi peluang Fatah untuk mengambil kesempatan yang akhirnya menimbulkan konflik susulan antara HAMAS dan Fatah dan diakhiri dengan dibagi duanya wilayah Palestina dimana HAMAS menguasai Gaza dan Fatah menduduki Tepi Barat.

Pada tanggal 18 Juni 2008 tercapai kesepakatan gencetan senjata antara Israel dengan HAMAS selama enam bulan. Kompensasinya adalah HAMAS harus menyerahkan Gilad Shalit untuk ditukarkan dengan 40 tawanan HAMAS oleh Israel.

Belum genap perjanjian gencetan senjata berakhir, Israel menunjukkan watak aslinya sebagai kaum pengkhianat. Pada 4 November 2008, Israel menyerang enam pejuang HAMAS dalam sebuah patroli militer di Gaza. HAMAS pun membalas serangan tersebut dengan menembakkan roket-roketnya ke wilayah Israel. Israel tidak terima wilayahnya diserang dan melalui Perdana Menterinya, Ehud Barak, dilancarkanlah serangan bumi hangus dengan sandi “Operation Cast Lead” pada tanggal 27 Desember 2008 hingga detik ini.

Ribuan kaum Muslimin Palestina menemui syahid dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Wilayah Gaza kembali menjadi saksi bahwa Israel hanya mengenal bahasa perang. HAMAS kembali diuji komitmennya untuk berjihad mempertahankan dan membebaskan tanah Palestina. Tanahnya kaum Muslimin.

Nasehat & Semangat Jihad Untuk Hamas

Sesungguhnya perlawanan kaum Muslimin dan jihad Palestina tidak pernah lepas dari pengamatan seluruh kaum Muslimin di dunia, khususnya Mujahidin. Derita yang dialami Gaza saat ini pun menjadi fokus mereka, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Banyak nasehat bahkan kritik keras disampaikan kaum Muslimin khususnya Mujahidin kepada HAMAS agar tetap melancarkan jihad malawan agresor Israel dan mengenyahkan sistem kufur demokrasi.

Melalui Departemen Media At Tauawi yang difasilitasi oleh Front Media Islam Global, Tandzim Al Qaeda, melalui tokoh utamanya yang selalu aktif di forum-forum jihad on line berbahasa Arab, Asad Al Jihad, mengeluarkan sebuah pesan berjudul “Wahai Rakyat Palestina, Siapakah Lawan dan Kawan Kalian !” Dalam pesan tertanggal 27 Desember 2008, saat dimana Israel baru saja melancarkan serangan kepada kaum Muslimin Palestina itu, Asad Al Jihad menegaskan sikapnya, yakni bersama Mujahidin Palestina.

“Sesungguhnya saya menegaskan sikapku tentang peperangan ini adalah bahwa saya bersama Ahli Tauhid di Gaza pada umumnya, dan bersama para mujahid Hamas, Jaish Al Islam dan Jaisy Al Ummah serta sebagian jamaah jihad lainnya, untuk saling bersatu dan membantu penduduk Gaza.”

Dalam pesan tersebut juga disampaikan perkataan pimpinan Al Qaeda, Syekh Usamah bin Ladin untuk membantu kaum Muslimin di Palestina.

“Demi Allah, sungguh kami akan menolong kalian walaupun harus merangkak…. Atau kami akan merasakan sebagaimana apa yang dirasakan oleh Hamzah bin Abdul Mutholib”.

Abu Mush’ab Abdul Wadud, Amir Tandhim Al Qaeda Biladul Maghrib Al Islamy, mengeluarkan rilis sebagai peryataan resmi tandzim jihad mereka atas serangan brutal agresor Israel kepada kaum Muslimin Palestina. Rilis tertanggal 30 Desember 2008 tersebut disebarkan di situs dan forum-forum jihad dan berintikan keinginan kuat mereka untuk membantu jihad di Palestina.

“Wahai saudara kami di Gaza. Allah tahu sekiranya bukan karena pembatas-pembatas yang dibuat oleh orang-orang kafir dan sekiranya bukan karena para penguasa murtad yang berusaha membunuh kalian sungguh akan kami datangi kalian, akan kami bela kalian meskipun dengan merangkak, akan tetapi apalah kuasa kami sementara para pengkhianat yang mencekik leher umat berusaha menghalangi kami untuk sampai kepada kalian. Kami bermohon kepada Allah agar memberikan kekuatan kepada kami untuk menolong kalian dengan apa yang kami miliki dan tidaklah sulit bagi Allah untuk melakukannya.”

Mereka juga mengancam dan menuntut balas kepada agresor yahudi Israel akan tumpahnya darah kaum Muslimin di Gaza, Palestina.

“Adapun kalian wahai para yahudi! Bergembiralah kalian dengan berbagai hal yang menghatui kalian karena para mujahidin, pelindung dien, tanah dan kehormatan, dengan izin Allah akan menuntut balas atas kematian mereka di Gaza meskipun berselang masa.”

Tidak ketinggalan, Hakimul Ummat, orang kedua Al Qaeda, Syekh Aiman Az Zawahiri ikut menyemangati kaum Muslimin dimana pun untuk berjihad, menyerang kepentingan Israel, Amerika, dan sekutu-sekutunya dimanapun mereka berada.

“Maka dari itu, marilah kita serang instalasi-instalasi mereka di mana saja, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyerang kita dari mana saja. Dan hendaklah mereka ketahui bahwa setiap dolar yang mereka keluarkan untuk membunuh umat Islam maka kelak akan terbalas dengan darah, dan setiap peluru yang mereka tembakkan kepada kita akan dibalas dengan ledakan seperti letusan gunung berapi, dan bahwa mereka tidak akan dapat menghina dan memcaci Nabi kita shallallahu ’alaihi wasallam.”

Sebelumnya, Syekh Aiman memang secara keras mengkritik dan menasehati HAMAS agar tidak tersesat bujuk rayu demokrasi dan menyingkirkan jihad. Nasehat ini tentu saja sebagai tanda kecintaan beliau kepada HAMAS dan perjuangan jihad Palestina. Syekh Aiman mensifati HAMAS sebagai saudara yang jika diperlukan harus dinasehati dan jika salah harus ditegur. Bukankah tangan kanan dan tangan kiri saling bekerja sama untuk menghilangkan kotoran. Dengan demikian, Syekh Aiman dan Mujahidin yang bersama beliau merupakan tangan yang lain bagi saudaranya yang berada di HAMAS.

Amirul Mukminin Daulah Islamiyah Iraq, Syekh Abu Umar Al Baghdady pernah menyerukan kepada Brigade Izuddin Al Qassam untuk memisahkan diri dari HAMAS karena masih terus berjalan di atas jalan yang sesat sampai hari ini, yakni mengikuti pemilu demokrasi yang sesat, dan tidak mempedulikan nasehat yang telah diberikan oleh saudara-saudara mereka yang lebih berpengalaman.

Bahkan dalam rilis terbaru mereka yang dikeluarkan khusus menanggapi masalah serangan Gaza dengan judul “Solusi Terhadap Palestina”, Syekh Abu Umar Al Baghdady kembali berpesan kepada Brigade Izuddin Al Qassam agar memisahkan diri dari HAMAS.

“Anggota Brigade al-Qassam yang ikhlas harus mengumumkan pemisahan mereka dari gerakan HAMAS, dan mengumumkan keterpisahan mereka dari kepemiminan politiknya yang telah rusak dan menyimpang.”

Beliau melanjutkan :

“Kami tahu bahwa banyak pemuda-pemuda di dalam tubuh al-Qassam, dan juga beberapa tokoh dan pemimpinnya, mereka merasa sesak melihat penyimpangan yang dilakukan oleh para pemimpin politik mereka. Andaikata tidak kami temukan penyimpangan yang sangat jauh dari syari’ah rabbul ‘alamin (aturan Tuhan pencipta alam) niscaya kami tidak menyerukan kepada para pemuda al-Qassam yang ikhlas untuk membangkang terhadap pemimpin politik mereka.”

Kesungguhan dan kecintaan Amirul Mukminin Negeri Dua Sungai (Iraq) ini tercermin dari doa dan harapan beliau untuk dapat membebaskan tanah Palestina, tanahnya kaum Muslimin.

“Adapun tentang peranan Negara Islam di bumi dua sungai untuk membebaskan Palestina, maka kami berharap kepada Allah, dan juga memohon kepadaNya agar bisa seperti negara yang dipimpin oleh Nuruddin asy-Syahid. Negara itu merupakan batu loncatan untuk mengembalikan al-Aqsha kepada pangkuan ummat Islam. Kemudian muridnya, Shalahuddin sang Penakluk berhasil memasuki Palestina di dalam perang Hitthin, sebagaimana al-Faruq Umar bin Khaththab berhasil melakukan hal itu. Maka sesungguhnya kami pun berdo’a kepada Allah, dan bercita-cita untuk menjadikan Negara Islam Iraq sebagai batu loncatan untuk mengembalikan Palestina ke pangkuan ummat Islam.”

Dari bumi jihad Afghanistan, Mujahidin Taliban, di bawah komando Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Muhammad Umar, tidak lupa menyemangati seluruh kaum Muslimin untuk bersatu berjihad melawan Israel.

“Kami harap umat Islam bisa mengesampingkan semua halangan yang ada selama ini. Kita semua wajib berjihad dan membantu saudara kita di Palestina, Iraq dan Afghanistan.”

Terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu, baik oleh kawan maupun lawan adalah statemen resmi dari pimpinan Al Qaeda, Singa Islam, Syekh Usamah bin Ladin. Pesan jihad yang paling ditunggu itu pun akhirnya keluar dalam sebuah pesan audio berdurasi 22 menit yang dirilis oleh sayap media Al Qaeda, As Sahab Media.

Dalam pesan tersebut Syekh Usamah menyampaikan pesan jihad kepada seluruh kaum Muslimin untuk menghentikan agresi Israel ke Gaza.

“Maka yang wajib adalah tahridh (menyemangati) terhadap jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.

Syekh Usamah dalam risalahnya tersebut mengomentari pelbagai cara dan tuntutan yang dilakukan oleh sebagian besar kaum Muslimin dan sebagiannya adalah menyimpang, lalu memberikan solusi yang benar sesuai syari’at Islam.

“Meskipun terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah, seperti yang telah kami singgung tadi.”

Beliau juga menyinggung mereka yang mencukupkan diri dengan hanya membebankan tanggung jawab masalah Palestina hanya kepada penguasa dan ulama.

“Mencukupkan diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri. Perintah Allah di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan (jihad) tercukupi.”


Terakhir beliau berpesan kepada kaum Muslimin Palestina.

“Saudara-saudaraku di Palestina…Berkali-kali kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar. Sedangkan kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan. Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Allah, kita adalah milik Allah dan kepada-Nya saja kita akan kembali.”

Damai Dengan Israel, No Way

Berita terakhir dari Gaza telah terjadi sebuah gencetan senjata sepihak dari Israel. Setelah tiga pekan dengan brutal menyerang dan membumi hanguskan Gaza, kini dengan seenaknya Israel menyerukan gencetan senjata selama seminggu, setelah 1.300 nyawa melayang dan 5.300 lainnya luka-luka. Kekhwatiran dan bahaya besar yang mengancam adalah apabila HAMAS dan gerakan jihad disingkirkan untuk kemudian digantikan dengan negoisasi dan perjanjian damai dengan zionis Israel.

Arrahmah.com memberitakan (18/1), setelah Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak, sejumlah faksi pejuang Palestina antara lain Hamas, Jihad Islam dan Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) menggelar pertemuan di Damaskus dan hasilnya, mereka menyatakan gencatan senjata selama satu minggu dengan syarat selama sepekan itu Israel sudah harus menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza.

Musa Abu Marzuk, pimpinan biro politik HAMAS di Damaskus, Suriah, pada hari ahad, 18 Januari mengatakan :

"Kami yang tergabung dalam gerakan perlawanan Palestina mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menuntut pasukan musuh mundur dalam jangka waktu satu minggu serta membuka semua perbatasan agar bantuan kemanusiaan dan kebutuhan dasar bisa masuk."


Sementara itu di Mesir, diadakan pertemuan gabungan antara sejumlah pimpinan negara Arab dan Eropa, diantaranya dari Mesir, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Turki, dan Yordania. Pertemuan ini juga dihadiri pimpinan Liga Arab, Amr Musa, Sekjen PBB, Ban Ki Moon, dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas. Tentu saja pertemuan ini hanyalah sekedar basa basi dan sebuah konspirasi untuk melemahkan perlawanan jihad kaum Muslimin Palestina. Untuk itu, seharusnya tidak ada kata damai dengan Israel, hingga zionis yahudi agresor itu keluar seluruhnya dari bumi suci Palestina.

Menurut Syekh Umar Bakri Muhammad dalam bukunya, Tidak Ada Damai Dengan Israel, menyatakan bahwa dalam ilmu ushul, sebuah kaidah menyatakan bahwa “Tidak ada ijtihad dalam hal perdamaian”. Hal ini dikarenakan ayat-ayat Al Qur`an yang membahasnya telah jelas. Terhadap orang-orang kafir yang menduduki tanah kaum muslimin, Islam telah memutuskan, Allah SWT memerintahkan kita secara jelas dan meyakinkan dalam Al- Qur`an bahwa:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS 2:190).

Nabi Muhammad SAW. bersabda:

“Siapapun yang mati mempertahankan tanahnya maka dia mati syahid.”

Allah SWT. berfirman:

“...Barangsiapa yang menyerangmu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. 2:194).


Dalam buku tersebut, ulama yang kini mukim di Libanon itu menjelaskan bahwa gencatan senjata dengan orang kafir yang menduduki tanah kaum muslimin, hanya bisa terjadi jika memenuhi 4 kondisi, yaitu :

1. Pembuat perjanjian atas nama seluruh umat muslim adalah khalifah atau amirul mukminin yang sah, atau wakilnya yang ditunjuk, karena dalam hadits Nabi SAW.,

“Setiap orang dari kamu adalah peminmpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

2. Isi perjanjian harus didasarkan pada Islam dan selain itu tidak diperbolehkan, karena Allah SWT. berfirman:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang kamu perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuhnya.” (QS. 4:65).

Dan Nabi juga bersabda:

“Syarat-syarat perjanjian yang tidak terdapat dalam Al-Qur`an maka batil.”
(At-tabrani dalam Al-Mujam al-Kabir dan Al-Suyhuti dalam Aljamai’ Al-Saghir Volume 2: hal 9.77).

3. Perjanjian harus dibatasi dalam batas waktu tertentu, karena perjanjian Hudaibiyah dibatasi sampai 10 tahun, dan Allah SWT. berfirman bahwa kaum muslimin harus membuat perjanjian dengan orang-orang kafir dalam waktu 4 bulan.

"Penuhilah janji-janjimu dengan mereka sampai batas yang telah ditentukan, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah mereka dimana saja kamu menjumpainya dan tangkaplah mereka."(QS. 9:4-5).

Setelah Rasulullah SAW. menguasai Mekkah. Beliau memberi batas 4 bulan, tetapi dalam perjanjian Hudaibiyah 10 tahun (menurut Sirah Ibnu Hasyim). Para ulama berkata bahwa ini berarti kaum muslimin mempunyai posisi yang kuat dalam perjanjian dengan orang-orang kafir untuk batas waktu perjanjian 4 bulan dan dalam posisi lemah dalam batas perjanjian 10 tahun.

4. Perjanjian harus melindungi Agama Islam dan Umat Islam, yang dijelaskan oleh syariat. Jika kondisi ini tidak ditemui, maka perjanjian tersebut batil. Oleh karena itu secara jelas diketahui bahwa perdamaian dengan Israel adalah haram dan juga fatwa-fatwa ulama yang mendukung hal tersebut.

Sementara itu, gencetan senjata yang terjadi saat ini jelas tidak memenuhi syarat-syarat Islami yang dengan demikian harus ditolak. Secara sepihak Israel memaksakan gencetan senjata, dan tetap mengancam HAMAS dan kaum Muslimin Palestina. Pihak Israel menyatakan tidak menentukan jadwal penarikan mundur pasukannya dari Jalur Gaza, sampai HAMAS dan faksi pejuang Palestina menghentikan tembakan roket-roketnya.

Juru bicara militer Israel, Avital Leibovich bahkan dengan congkaknya mengatakan akan tetap melanjutkan operasi militer menyerang Gaza. .

"Operasi militer belum berakhir. Ini cuma gencatan senjata,"

Dengan demikian sudah jelas, kaum Muslimin harus menolak damai dengan Israel dan meneruskan jihad fie sabilillah mengusir agresor Israel dari tanah suci Palestina. HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam, dan jama’ah-jama’ah jihad yang lainnya saat ini tengah diuji oleh Allah SWT, apakah mereka akan tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT, atau malah terpedaya dengan janji-janji palsu setan melalui perjanjian damai.

Para ulama yang ikhlas dan jujur di seluruh dunia telah memfatwakan haram berdamai dengan yahudi zionis israel. Mereka semua menyatakan bahwa damai dengan para perongrong (zionis yahudi) adalah haram menurut syariat karena itu sama saja dengan mengijinkan para perampas itu tetap melakukan apa yang dilakukannya selama ini, dan berarti melegalkan tindakan mereka; sehingga kaum Muslimin dilarang untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi karena sama saja mengijinkan mereka menduduki tempat-tempat suci kaum Muslimin.

Oleh karena itu kaum muslimin harus berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan tanah tersebut dari Yahudi dengan tangan mereka sendiri, seluruh kaum muslimin harus berpartisipasi dalam melaksanakan kewajiban jihad sampai kita mendapatkannya kembali dari Yahudi, apa yang telah kita miliki. Kita menghimbau kepada seluruh kaum Muslimin untuk berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT. dan melakukan apa saja untuk martabat dan kemuliaan kaum muslimin, demikian para ulama telah berfatwa.

Dengan demikian, saat ini adalah waktu yang tepat. Sebuah kesempatan bagi HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam, dan kelompok jihad lainnya untuk membuktikan kepada zionis Israel bahwa kita adalah umat yang kuat dan mencintai jihad. Karena hanya dengan jihad fie sabilillah, masalah Palestina akan diselesaikan secara tuntas dan syar’i. Karena memang sudah seharusnya seruan jihad tidak pernah padam, hingga akhir dari kehidupan ini.

Wallahu’alam bis showab!

panggilan jihad dari turkistan timur

Sesungguhnya sejarah Islam penuh dengan pengorbanan para lelaki perwira yang lebih mengutamakan aqidah mereka daripada diri mereka sendiri secara yakin dan penuh pengharapan pahala dari Allah.

Di awal bulan Robiul Awal, bulan dimana kaum Muslimin biasanya mengenang jejak perjuangan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam, terdengar panggilan dan teriakan minta tolong dari saudara-saudara Muslim di Turkistan Timur. Sebuah kelompok jihad yang menamakan dirinya Al Hizbul Islamy At-Turkistany, telah menulis sebuah surat, melalui Media Al Fajr, yang ditujukan kepada seluruh kaum Muslimin agar menengok nasib saudara mereka di bumi yang pernah berjaya dengan Islam dan kini berada di bawah penindasan dan kedzoliman rezim Sosialis Komunis Cina. Dengan pasukan bersenjata, dan tekanan politik yang keras, rezim Sosialis Komunis Cina telah menistakan kemuliaan Islam dengan mengatakan bahwa ia (Islam) adalah Candu bagi masyarakat. Bahkan mereka membuat undang-undang khusus yang melarang siapa pun untuk memeluk dan beriltilzam dengan Islam, melarang ta’lim, mengajar dan mempelajari Al Qur’an , dan memenjarakan mereka yang nekat melakukannya.

Sebuah pembantaian dan perang terhadap Islam dan kaum Muslimin saat ini tengah berlangsung di negeri yang dahulu pernah menjadi negeri Islam. Syi’ar-syi’ar Islam dilarang, ribuan mushhaf dan kitab-kitab Islam dibakar. Kumandang adzan dilarang di masjid-masjid. Sungguh sebuah penghinaan dan pelecehan Islam oleh rezim Sosialis Komunis Cina.

Lebih kejam lagi, para pemuda yang berumur kurang dari 18 tahun dilarang menunaikan shalat, perempuan dilarang memakai hijab dan penjara serta siksaan menanti jika kaum Muslimin melawan. Juta’an muslimah dikirim ke Cina dengan alasan memberikan pekerjaan. Sementara itu, sejumlah besar orang-orang Cina dikirim ke Turkistan untuk mencampuradukkan nasab (keturunan) antara mereka dengan kaum Muslimin Turkistan. Setiap perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan ini sudah pasti akan dipenjara, dikenai denda uang dan berbagai jenis penindasan dan penghinaan. Sebuah tindakan yang sudah pasti menimbulkan ghiroh (kecemburuan) di dada setiap muslim dimanapun mereka berada.

Turkistan Timur di Bawah Rezim Sosialis Komunis Cina

Dalam buku Jihad Asia Tengah, Perang Akhir Zaman, karya Syekh Abu Mus’ah As Suri, yang diterbitkan oleh Ar Rahmah Media, di bagian akhir buku tersebut dibahas tentang Turkistan yang merupakan wilayah strategis dan berpotensi untuk menjadi ladang jihad. Berikut analisis beliau.

jihad Asia Tengah

Wilayah Turkistan berada di Asia Tengah, dimana bagian timur berbatasan dengan Cina dan Mongolia. Bagian Barat dengan Kaspia dan sungai Ural. Bagian selatan berbatasan dengan Tibet, Kashmir, Pakistan, Afghanistan, Iran, Mongolia Utara dan Siberia. Ada dua penjajah yang bergabung untuk menguasai wilayah ini, yakni Uni Soviet (di masa lalu) dan Republik Rakyat Cina (sampai saat ini) di bawah perjanjian Nerchinsk pada bulan Agustus 1689. perjanjian ini berakhir dengan adanya perjanjian St. Petersburg pada bulan Februari 1981.

Wilayah bagian Barat yang (dahulu) dijajah oleh Uni Soviet dikenal dengan nama Turkistan Barat. Sementara itu, bagian Timur dijajah oleh Republik Rakyat Cina dan dikenal dengan nama Turkistan Timur. Turkistan Timur inilah yang saat ini berada di bawah tekanan dan penindasan rezim Sosialis Komunis Cina.

Luas Turkistan Timur adalah 1.750.734 km2 dan ini sekitar dua kali wilayah Mesir dan juga dua kali wilayah Pakistan. Turkistan Timur adalah sebuah wilayah dimana jarak dengan laut terdekat berjarak sekitar 1900 km. Wilayahnya sebagian besar terdiri dari semi-padang pasir dan berbatasan dengan garis-garis batas yang berupa tiga pegunungan dan lembah sungai.

Rezim Sosialis Komunis Cina menyebut Turkistan Timur dengan nama Xinjiang. Daerah ini juga mencakup sebagian besar wilayah Aksai Chin, yang diklaim oleh rezim kafir India sebagai bagian dari negara bagian Jammu dan Kashmir. Xinjiang yang secara harfiah bermakna ‘Perbatasan Baru’ atau ‘Daerah Baru’ menjadi semakin diperebutkan mengingat sumber daya alam dan ekonominya yang sangat luar biasa. Kaum Muslimin lebih suka menyebutnya Turkistan Timur atau Uighuristan.

Syekh Abu Mush’ab As Suri dalam bukunya tersebut juga mengatakan bahwa Turkistan Timur adalah salah satu negara terkaya di antara negara-negara di wilayah itu karena berlimpahnya mineral yang terkandung di tanah ini, yang menyokong tulang punggung perekonomian Cina. Negara ini juga mengandung minyak dan bahan tambang penting lain. Turkistan Timur diperkirakan menjadi penyedia minyak bumi terbesar kedua di dunia setelah Timur Tengah. Produksi rata-rata tahunannya 5 juta ton. Besi juga merupakan hasil tambang dengan jumlah produksi tahunan sekitar 250 juta ton. Terdapat lebih dari 56 tambang emas. Sedang untuk stok uranium, masih sekitar 12 triliun ton. Produksi batu garam rata-rata tahunan adalah 450.000 ton, sedang persediaan (cadangan) batu garam cukup untuk seluruh dunia selama 1000 tahun.

Kekayaan alam Turkistan Timur pastinya menambah kerakusan dan nafsu menguasai dan menindas rezim Cina terhadap kaum Muslimin Turkistan Timur. Sebagaimana disampaikan Pusat Media Al Hizbul Islamy At-Turkistany bahwa sesungguhnya pertarungan yang terjadi antara kaum muslimin Turkistan dan rezim komunis Cina sejatinya adalah pertarungan antara islam dan kekafiran, antara haq dan batil. Lintasan sejarah panjang Turkistan pun menunjukkan hal tersebut.

Islam pertama kali masuk ke Turkistan pada pada masa khalifah Bani Umayyah, yakni Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 96 H (715 M) melalui tangan komandan mujahid, Qutaybah bin Muslim rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) yang berhasil memasuki kota Kashgeer. Ketika berakhirnya Khilafah Bani Umayyah dan dimulainya Khilafah Bani Abbasiah pada abad ketiga hijriyah, Sultan Khakan, "Satok Bograkhan" (dikenal juga dengan nama Abdul Karim) menjadikan agama Islam sebagai Agama negara. Turkistan menjadi negara Islam merdeka selama sembilan abad dan sejak saat itu penduduk negara itu telah menjadi muslim, hingga berakhirnya masa Daulah Islamiyyah terakhir yang runtuh pada tahun 1355 H.

Pada Abad ke 18 M terlihat bahwa beberapa bagian dari dunia Islam menjadi sasaran penjajahan bangsa-bangsa Eropa dan Asia.Di Asia, para penjajah yaitu Rusia dan Cina sepakat membagi tanah kaum Muslimin di Turkish melalui beberapa perjanjian. Jatuhnya wilayah ini dengan penyerahan ke tangan Cina setelah menelan korban 1.200.000 warga Turkistan dan 22.000 keluarga Turkistan terasing ke Cina.

Kaum muslimin yang memendam dendam di Turkistan Timur memberontak melawan penjajah Cina dan penindasan Budha dalam tujuh pemberontakan dengan kekuatan besar. Pemberontakan terakhir terjadi tahun 1863 yang menjadikan Turkistan Timur merdeka dari kekuasaan Cina dan terbentuknya kerajaan yang merdeka pada abad ke-19 M. pembentukan pemerintahan lokal di lima wilayah, kesemuanya di bawah pemerintahan Attalik Ghazi Yakub Bek, yang dianugerahi gelar Sulthan Utsmani dan Amirul Mukminin. Attalik adalah orang yang baik yang membangun masjid-masjid dan sekolah-sekolah Islam, beberapa diantaranya masih berdiri hingga kini. Akan tetapi pembaharuan ambisi kolonial Rusia dan Cina, menjadikan Cina menduduki Turkistan Timur sekali lagi pada tahun 1878. Wilayah ini kemudian dianeksasi pada tanggal 18 November 1884, dan dijadikan sebagai sebuah propinsi bagian kekaisaran Cina. Turkistan Timur kemudian dinamai Xinjiang dan Urumqi dijadikan sebagai ibu kotanya.

Revolusi Turkistan melawan Cina, dengan sejuta kaum muslimin terbunuh ketika mencoba melepaskan diri dari kekuasaan Cina. Pemerintahan Cina secara kejam dan bengis menyiksa dan menekan para pejuang Turkistan. Perburuan terhadap mereka meningkat, akan tetapi perjuangan dan perlawanan mereka makin teguh, hingga salah satu pemimpin harakah Islam, Abdul Qodir Damulla, memerdekakan negeri ini dan mendirikan Republik Turkistan Timur di Kashger pada 12 November 1933. Akan tetapi Raja muda Cina Sheng Shicai mampu mengurangi pemberontakan dan menguasai kembali negara ini bersama Rusia dengan segala kekuatan yang diperlukan dan mengerikan pada bulan Juli 1934. Mereka kembali menduduki negeri kaum muslimin yang masih muda (baru merdeka) ini.

Pada tahun 1949, komandan pasukan Cina di Turkistan Timur menaklukan negeri ini dan menyerahkannya ke Mao Tse Tung, pemimpin Partai Komunis Cina. Pasukan Cina Komunis memasuki Turkistan Timur pada bulan Oktober 1949 dan mulailah era rezim Sosialis Komunis Cina, dan ketidak adilan dalam sejarah muslimin Turkistan Timur.

Kekejaman Rezim Komunis Cina

Sebuah artikel yang ditulis oleh Abdullah Manshur di majalah Turkistan, Al Islamiyah, menceritakan bagaimana kejahatan rezim Komunis Cina di Turkistan Timur. Panjangnya catatan kejahatan rezim Cina ini ironisnya dengan rapi ditutupi dan tidak diketahui oleh kaum Muslimin. Rezim komunis Cina di bawah kepemimpinan Mao Tse Tung telah membantai sebanyak 4,5 juta muslim. Mereka juga mengembargo ekonomi kaum Muslimin di Uighur di Turkistan Timur dan melarang mereka untuk menduduki jabatan pemerintahan serta mencegah mereka dari berhubungan dengan kaum Muslimin lainnya di luar Turkistan, dan juga melarang mereka untuk pergi ke luar negeri. Rezim Cina ini juga memerangi Islam, diantaranya dengan mengumunkan secara resmi bahwa Islam adalah agama di luar undang-undang dan siapa saja yang mengikuti agama ini maka dia akan di cap sebagai teroris fundamental.

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, mereka juga melarang atau menutup masjid-masjid dan sekolah Islam, memaksa perempuan muslimah untuk membatasi kelahiran, bahkan menggugurkan janin di perut ibunya. Mereka juga menangkapi para ulama dan menjebloskan ke penjara tanpa tuduhan apapun kecuali dengan dalih memberantas terorisme.

Lebih sadis lagi, rezim Cina ini berusaha membumi hanguskan kaum Muslimin Turkistan secara sistematis. Mereka, menyebarkan wabah penyakit di antara penduduk Muslim Turkistan, menerapkan kebijakan pembersihan etnis muslim dengan menculik muslimah Turkistan dan memindahkan mereka ke Cina.



Syekh Abu Mush’ab As Suri dalam bukunya juga memerinci kejahatan dan kekejaman rezim Komunis Cina, tidak jauh berbeda. Tindakan paling biadab yang mereka lakukan adalah melakukan uji coba nuklir di daerah pendudukan Turkistan, yang selain menyebabkan kerusakan lingkungan juga menyebarkan penyakit berbahaya di antara penduduk Turkistan.

Tentu saja tindakan biadab ini akan membangkitkan kemarahan kaum Muslimin dan mengobarkan semangat jihad untuk menghilangkan kesewenang-wenangan dan kedzoliman yang dilakukan rezim Komunis Cina.

Panggilan Jihad Dari Turkistan Timur

Pembentukan gerakan jihad, Al Hizbul Islamy At Turkistany, sebagaimana rilis mereka, adalah panggilan atau kewajiban muslim Turkistan khususnya untuk menghilangkan tragedi yang diderita muslim Turkistan tersebut. Sejak 10 tahun yang lalu, jama’ah jihad Al Hizbul Islamy At-Turkistany ini dibentuk dan dikelola oleh para ulama, dan para pelajar ilmu syar’I, untuk kemudian melaksanakan dakwah dan bimbingan kepada para pemuda muslim dan kepada orang-orang yang awak dengan didasari pada dakwah kepada tauhid dan mengikuti aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menurut Al-Kitab (Al Qur’an ) dan As Sunnah (hadits).

Maka, jama’ah jihad ini pun mulai meretas jalan jihad dan dakwah, I’dad imany dan I’dad askary sebagai bentuk manhaj dalam sebuah jama’ah yang menuju perubahan. Mereka mengatakan bahwa jalan tersebut ditempuh untuk mengembalikan penerapan syari’at Allah di bumi Turkistan dan seluruh negeri Islam. Dalam perjalanan mereka, telah ratusan syuhada, janda, dan anak yatim mereka persembahkan.

Salah satu pejuang Islam, mujahid, yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk jihad di Turkistan adalah Hasan Makhdum, rahimahullah, atau yang lebih dikenal dengan nama Abu Muhammad, atau Jundullah. Beliau adalah penggagas Al Hizbul Islami At Turkistany, yang pertama kali menyeru mujahidin Turkistan untuk mengambil bagian mereka dalam mewujudkan Khilafah Islamiyah dan jihad fie Sabilillah di Turkistan.

Kini, Jama’ah Jihad, Al Hizbul Islamy At Turkistany, di bawah kepemimpinan Al Akh Abdul Haq, mengajak seluruh kaum Muslimin untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara se-dien dan se-aqidah, baik berupa nasehat, bimbingan, do’a sholih, dan tentu saja bantuan kongkrit lainnya untuk menyelesaikan problem bagi seluruh umat Islam, khususnya di Turkistan Timur. Mereka memanggil kaum Muslimin dimana pun dengan panggilan jihad untuk membantu mereka, saudara-saudara kita seiman hingga penjajah kafir yang atehis itu hengkang dari negeri kaum Muslimin dan hingga daulah Islaiyyah tegak dengan idzin Allah.

Syekh Abu Mush’ab As Suri dalam bukunya Jihad Di Asia Tengah, Perang Akhir Zaman, bahkan menyemangati kaum Muslimin untuk mendukung Jihad Di Asia Tengah, termasuk wilayah Turkistan Timur. Menurut beliau, dalam kegelapan ini, ada seberkas sinar harapan dan tanda-tanda turunnya fajar dari sebuah negara Islam yang gemilang dan tanda-tanda kembalinya Darul Islam dan panji-panji syariah di atas Afghanistan. Kaum muslimin yang berada di tanah-tanah penindasan datang, merangsek, bersama memenuhi puncak-puncak Khurasan. Taliban menerima banyak harapan sebagaimana saya sebutkan dalam laporan riset saya yang terdahulu; "Afghanistan dan Taliban dan peperangan Islam Hari ini", yang menunjukkan tanda-tanda harapan pada jihad di Asia Tengah (di Tajikistan, Uzbekistan, Turkistan Timur dan beberapa wilayah lain).

Sebagai tambahan, seluruh ramalan dan tanda-tanda yang mengindikasi sudah dekatnya waktu berkumpulnya orang-orang di bawah panji kebenaran dan jihad di tanah ini, dan oleh karena itu, hal ini penting. Dari perspektif kaum muslimin, mereka harus menganggap hal ini serius dan berharap mengambil bagian dalam persoalan ini. Sayangnya, sebagian besar kaum muslimin masih berada dalam kebodohan dan sedikit yang menganggap penting mencapai tujuan ini. Dan sayangnya lagi, banyak dari muujahidin yang juga belum mengerti di wilayah ini. Padahal dalam waktu yang dekat ini. Mereka kemudian mengatur rencana agar segala sesuatunya wajar dalam pemikiran kita, bahkan bagi beberapa dari kami. Pentingnya jihad di Afghanistan dan Asia Tengah berasal dari perspektif syariah dan strategi yang meliputi baik aspek politik maupun militer dalam masalah ini.

Kini, jawaban dan pilihan ada pada kita semua, kaum Muslimin. Akankah kita membantu saudara-saudara Muslim kita yang saat ini sedang didzolimi oleh rezim Komunis Cina di Turkistan Timur ? Atau apakah kita akan berdiam diri dan santai-santai saja dengan keadaaan tersebut ?

".. Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Anfal 8:72)

Jihad Pakistan, Mengguncang Dunia


International Jihad Analysis - Lembah Swat, Rabu, 15 April 2009. Mujahidin Taliban Pakistan di hadapan ribuan pendukungnya mendeklarasikan penerapan syari’at Islam di sebuah wilayah yang berjarak sekitar 160 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Penerapan syari’at Islam di Lembah Swat diprediksi menjadi momentum kemenangan mujahidin Taliban Pakistan melawan pemerintahan sekuler Pakistan.

Penerapan syari’at Islam di Lembah Swat dilakukan setelah pemerintah sekuler Pakistan sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi dalam menahan laju perjuangan dan serangan mujahidin Taliban Pakistan. Sebenarnya, sejak bulan Februari lalu, pemerintahan sekuler Pakistan telah menyerahkan kendali kepada mujahidin Taliban Pakistan. Kini, pos polisi dan tentara sekuler Pakistan hanya tinggal bangunan-bangunan kosong.
Upaya penerapan syari’at Islam oleh Mujahidin Taliban Pakistan secara agresif terus dilakukan dan kini mulai bergerak dari daerah barat laut ke propinsi Punjab, Sindh, dan semakin mendekati ibu kota Pakistan, Islamabad. Kabar terakhir menginformasikan bahwa mujahidin Taliban Pakistan telah berada di dekat ibukota Pakistan, Islamabad. Sekitar 20 kendaraan yang membawa sejumlah mujahidin telah memasuki Distrik Buner, 100 km barat laut Islamabad pada hari Senin.

Mujahidin Taliban terus merangsek masuk lebih jauh ke pusat kekuasaan di Pakistan. Bahkan mereka telah bersumpah menjadikan beberapa kota besar di Pakistan menjadi medan pertempuran setelah mereka menegakkan kekuasaannya di sepanjang barat laut negara tersebut.

Sementara itu, pemerintah sekuler Pakistan tidak bisa berbuat banyak dan telah menyetujui secara resmi penerapan syari’at Islam di Lembah Swat tersebut. Presiden Asif Ali Zardari dan badan legislatifnya pada hari senin, 13 April 2009, terpaksa menyepakati sistem pengadilan yang diusulkan Taliban, yakni syari’at Islam.

Tentu saja, pemerintah sekuler Pakistan semakin khawatir atas perkembangan terakhir di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim tersebut. Mereka sudah meningkatkan tingkat kewaspadaan di ibu kota Pakistan, Islamabad menjadi "sangat waspada", mengingat munculnya berbagai serangan perlawanan dari mujahidin Taliban yang semakin meningkat dan menguat akhir-akhir ini.

Akankah dalam waktu dekat ini ibu kota Pakistan, Islamabad jatuh ke tangan Mujahidin ? Bagaimana upaya AS membendung kekuatan mujahidin Taliban Pakistan ?

Lembah Swat dan Tragedi Masjid Merah

Lembah Swat adalah sebuah kota kabupaten di barat laut Pakistan, yang berjarak sekitar 160 km dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Lembah Swat adalah tempat yang sangat indah, bahkan mendapat julukan “Swiss” dari Pakistan.

Dengan gunung menjulang tinggi disaput salju putih di puncaknya, hijau pepohonan, gemericik jernihnya air sungai, dan beberapa danau yang sangat indah, membuat Lembah Swat dianggap sebagai sepotong “surga” di bumi.

Keindahan Lembah Swat sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dan menjadi rebutan beberapa peradaban kuno. Kawasan ini dahulunya pernah diduduki oleh para penganut Buddha, Yunani, dan Kushans, sampai akhirnya dikuasai oleh mujahidin Taliban Pakistan.

Pemberlakuan syari’at Islam di Lembah Swat berlaku sejak bulan Februari lalu, saat pemerintah lokal di North West Frontier Province (NWFP), satu dari empat propinsi negara Pakistan, menyerah kepada mujahidin Taliban Pakistan. Sejak saat itu, syari’at Islam resmi diberlakukan di Malakand, sebuah distrik di NWFP dengan jumlah penduduk tiga juta orang dimana Lembah Swat termasuk dalam wilayah ini.

Jika mau dirunut, maka awalnya adalah Tragedi Masjid Laal (Merah). Serbuan militer pemerintahan sekuler Pakistan di bawah rezim Pervez Musharraf terhadap santri Masjid Merah di Islamabad, dua tahun silan, menjadi titik puncak dan pemicu perseteruan abadi antara sekulerisme dan syari’at Islam. Perjuangan untuk menerapkan syari’at Islam yang telah lama dirintis oleh Muslimin Pakistan melalui dakwah dan jihad mendapatkan momentum berupa tindakan represif pemerintahan sekuler Pakistan yang dilindungi dan diprovokasi AS.

Pemandangan Masjid Lal (Masjid Merah) Selepas Di Bombardir Oleh Tentara Laknat Pakistan

Masjid Laal didirikan oleh seorang alim bernama Maulana Abdulllah di awal tahun 1970-an. Maulana Abdullah adalah seorang yang terpandang dari Universitas di Kota Banori, Karachi. Tanah Masjid Laal disetujui atas nama beliau oleh pemimpin militer Ayub Khan di bawah pemerintahan Zia ul Haq (1977-1988). Masjid Laal memainkan peran penting dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tentara Pakistan. Selain itu, selama masa jihad Afghanistan malawan Rusia, masjid Laal mendukung mujahidin secara intensif. Setelah pembunuhan Maulana Abdullah, kunci masjid Laal diserahkan kepada dua anak lelakinya, Syekh Maulana Abdul Aziz dan Syekh Maulana Abdur Rasyid Ghazi.





Dalam tragedi Masjid Merah, Syekh Abdur Rasyid Ghazi, syahid, dan saudara kandungnya, Syekh Maulana Abdul Aziz ditahan. Ratusan orang santri menemui ajalnya. Bisa dikatakan, syuhada Masjid Laal telah membuat pengorbanan penting dan mereka semua menjadi tonggak untuk penegakan tauhid kepada Allah dan demi tegaknya syari’at Muhammad SAW berkibar di tanah Pakistan.

Sejak peristiwa tersebut, kaum Muslimin Pakistan, terutama mujahidin yang terinspirasi keberhasilan mujahidin Taliban di Afghanistan bertekad melancarkan perjuangan suci, jihad fi sabilillah, hingga syari’at Islam bisa ditegakkan di seluruh Pakistan. Perjuangan jihad ini langsung direnspon oleh mujahidin Taliban yang sejak semula hanya bergerak di Afghanistan untuk kemudian memperluas aksi dan pengaruhnya hingga ke Pakistan.


Senyum kemenagan As Syahid Abdul Rasyid Ghazi, Pimpinan Lal Masjid (Masjid Merah)

Presiden Pakistan saat itu, Pervez Musharraf yang juga antek setia Amerika, sudah mencium gelagat tidak enak dan khawatir akan dampak perbuatannya menyerang Masjid Merah. Dia khawatir mujahidin Taliban akan memberikan bantuan secara langsung untuk membantu saudara-saudara Muslimnya di Pakistan, terutama di wilayah perbatasan dengan Afghanistan yang dihuni oleh kepala suku-kepala suku.

Hari Ahad, 12 Agustus, 2007, dia memprakarsai sebuah pertemuan perdamaian antar kepala suku (Jirga) dari Afghanistan dan Pakistan di Kabul. Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 600 kepala suku dan berakhir Ahad itu menyepakati untuk memberangus tempat-tempat perlindungan mujahidin di wilayah masing-masing.

Perhitungan Musharraf meleset dan harapannya tidak terkabulkan. Mujahidin Pakistan malah semakin intensif menjalin hubungan dengan mujahidin Taliban Afghanistan, dan mulai mengikuti aksi dan strategi mereka, khususnya di wilayah perbatasan, seperti di Waziristan Utara. Mereka semakin mantap untuk berjuang dan melawan pemerintahan sekuler Pakistan. Dalam salah satu selebaran yang dikeluarkan, mereka menolak semua dialog dengan pemerintah Pakistan, karena pemerintah tidak mengabulkan tuntutan mereka, yaitu membongkar 25 pos pemeriksaan yang baru didirikan.
Mujahidin Pakistan melampiaskan kemarahan dan pembalasan atas Tragedi Masjid Merah di Islamabad yang telah menewaskan 160 orang santri, dengan melakukan aksi-aksi serangan yang semakin gencar, termasuk melakukan bom syahid.

Tiga serangan bom syahid telah mereka lancarkan dan menewaskan hampir 60 orang. Selain itu mereka juga menyerang pusat penerimaan anggota polisi di Provinsi Perbatasan Barat, dan menewaskan sedikit-dikitnya 18 orang. Beberapa jam sebelumnya, mereka juga menghantam iring-iringan tentara di Lembah Swat dan berhasil menewaskan 17 orang.

Sehari sebelumnya, mereka menabrakkan satu bom mobil ke iring-iringan paramiliter di kawasan persukuan di Waziristan Utara dan menewaskan 24 orang. Jumlah keseluruhan yang tewas mencapai 59 orang ditambah beberapa yang luka. Semua serangan ini semakin menguatkan posisi mujahidin Taliban Pakistan dan semakin membuat gentar pemerintahan sekuler Pakistan.

Semua ini membuktikan bahwa wilayah perbatasan Afghanistan –Pakistan adalah wilayah yang subur bagi benih-benih perjuangan jihad dan telah dijadikan pusat latihan oleh mujahidin Taliban, yang akhirnya memberikan kekuatan nyata bagi mujahidin Pakistan. Dalam sebuah video jihad ditampilkan acara wisuda mujahidin di kamp latihan yang berlokasi di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Asy Syahid Sayyid Quthb rahimahullah pernah mengatakan :

“Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang tak bergerak, sampai kita mati karenanya. Maka dia/kalimat itu akan bergoncang bangkit dan hidup di antara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup. Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati, mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang terhormat."

Ucapan-ucapan haq dan perjuangan Syekh Abdur Rasyid Ghazi mengumandangkan penerapan syariat Islam di Pakistan yang harus ditebus dengan kesyahidan beliau kini menuai hasilnya. Perjuangan beliau memacu mujahidin untuk bersatu dan mengorbankan seluruh yang mereka miliki untuk melanjutkan perjuangan penegakan syariat Islam. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh saudara kandung beliau, Syekh Maulana Abdul Aziz, dalam khutbah Jum’at pertamanya pasca dua tahun penahanannya.

"Aku katakan kepada kalian untuk bersiap-siap melakukan pengorbanan untuk Islam. Hari ini tidak akan jauh dimana Islam akan menguasai keseluruhan negeri. Apa yang kita lihat di Swat dan di wilayah pedalaman di Pakistan adalah hasil dari pengorbanan-pengorbanan Mesjid Merah, para santri, para penduduk yang syahid (Insya Allah) dalam peristiwa tersebut."

Beliau, Syekh Maulana Abdul Aziz juga menyemangati kaum Muslimin Pakistan untuk berjihad dan menerapkan syari’at Islam secara kaafah di negeri tersebut. Para jama’ah bersemangat dan meneriakkan yel-yel jihad, "Sabiluna, Sabiluna : al-Jihad! al-Jihad!!" Atmosfer terasa memanas dan kegembiraan terlihat di wajah-wajah para jamaah. Mereka semua adalah saksi mata peristiwa dua tahun silam di Masjid Merah. Syekh Maulana melanjutkan :

"Insha Allah, hari ini tidak akan jauh ketika Islam akan diterapkan di seluruh Pakistan. Perjuangan kita akan berjalan dengan tenang dan kita akan melanjutkan perjuangan ini untuk menerapkan Islam di negeri ini."

Di Mingora, kota utama di Lembah Swat, seorang ulama pro Taliban, Sufi Muhammad, mengatakan bahwa undang-undang Pakistan telah memaksa rakyat untuk tunduk pada sistem kufur atau penjajah. Tidak ada sedikit pun ruang bagi demokrasi jika Taliban mengatur seluruh Pakistan, imbuhnya.

Beliau menyatakan bahwa sistem pengadilan Islam yang diusung oleh Taliban adalah sistem yang istimewa dan keputusannya tidak bisa dinaik-bandingkan ke Mahkamah Agung Islamabad. Beliau juga memerintahkan semua hakim pemerintah untuk meninggalkan wilayah tersebut pada 23 April mendatang. "Jika tidak mematuhinya, mereka akan bertanggung jawab untuk segala konsekuensinya," ujar Sufi.

Syariat Islam Diterapkan di Pakistan, Amerika Katakutan

Kondisi terkini di Pakistan tentu saja membuat gusar kaum kafir, utamanya Amerika. David Kilcullen, mantan penasehat Departemen Kenegaraan dan Konsultan Anti Teroris pemerintahan Obama, mengatakan bahwa jika Pakistan jatuh ke tangan Mujahidin Taliban, maka itu adalah sebuah malapetaka bagi Amerika. Dia mengatakan :

“Jalur suplai (dari Karachi sampai basis AS) di Kandahar dan Kabul dari sebelah selatan dan timur akan dipotong, atau sedikitnya jalur-jalur tersebut menjadi lebih tidak aman, dan itu akan membahayakan misi AS di Afganistan."

Salah seorang penasehat Pentagon bahkan mengatakan :

“Saya berpikir Pakistan bergerak pada situasi di mana ekstremis menguasai seluruh daerah pedalaman dan pemerintah hanya mengontrol pusat perkotaan,” tambahnya. “Jika anda melihat 10 tahun yang akan datang, saya kira pemerintahan Pakistan akan dijalankan oleh militan Islam."

Kepala Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, Sen John Kerry, Selasa, 14, April 2009 akhirnya berkomentar terhadap situasi terakhir Pakistan dengan mengatakan :

“Pemerintah seharusnya menyadari urgensitas kondisi ini dan tetap berkomitmen. Ini adalah momen yang serius bagi Pakistan.”

Ketakutan dan kecemasan kini melanda Amerika setelah melihat kemenangan Mujahidin Taliban di Pakistan dan penerapan syariat Islam di sana. Mereka khawatir, Taliban Pakistan akan menyerang posisi Amerika di Afghanistan, dan dapat dipastikan hal itu pasti akan dilakukan oleh mujahidin Taliban Pakistan untuk membantu saudara-saudara seimannya di Afghanistan.

Salah satu langkah tergesa dari Amerika untuk menahan laju mujahidin Pakistan adalah dengan jalan memberikan suntikan dana segar ke pemerintahan sekuler Pakistan sebesar 5 milyar USD. Bantuan yang datang dari negara kafir Amerika dan sekutu mereka, seperti Jepang, Eropa dan penguasa munafik Arab Saudi diberikan dalam sebuah acara konferensi Tokyo, dengan sebuah janji dari presiden murtad Asif Ali Zardari untuk meningkatkan serangan kepada mujahidin.

Dari gedung putih, pemimpin pasukan perang salib baru, Barack Obama sudah menetapkan strategi terbarunya dengan meletakkan Pakistan sebagai pusat perjuangan melawan Taliban, dan Al Qaeda. Presiden yang asli yahudi ini juga mempropagandakan Al Qaeda sebagai kanker yang menggerogoti tubuh Pakistan dari dalam dan mengancam Pakistan untuk segera menyingkirkan mujahidin dari bumi Pakistan.

Strategi licik dan busuk yang dilancarkan kafir Amerika adalah menyuap kepala-kepala suku di pedalaman Pakistan, khususnya di wilayah perbatasan untuk membantu mereka. Amerika juga merangkul teman-teman baru mereka untuk bergabung dalam perang di Afghanistan, seperti Rusia. Nampaknya, Amerika semakin kewalahan dan sudah hampir mati langkah!

Barack Obama terpaksa harus putar otak dan memikirkan strategi baru apa yang harus diterapkan untuk mengatasi gelombang jihad di Pakistan. Salah satu yang mencuat adalah penambahan 4.000 personil tentara kafir Amerika akan diterjunkan untuk meningkatkan kapasitas tentara dan polisi Afghanistan. Selain itu, ia juga akan menyediakan bantuan untuk mendukung pengembangan warga sipil.

Obama juga berjanji akan meningkatkan serangannya di Afghanistan. Keputusan ini tentu tidak aneh dan menunjukkan siapa sejatinya presiden Amerika terpilih yang ke-44 ini. Untuk mendukung semua rencana ini, Obama meminta kongres untuk mengesahkan undang-undang yang berisi penggelembungan pengeluaran Amerika di Pakistan menjadi 1.5 miliar dolar per tahun selama lima tahun mendatang, untuk menolong membangun sekolah, jalan dan rumah sakit di Pakistan.

Propaganda dan perang media juga gencar dilakukan oleh Amerika. Melalui menteri luar negerinya, Hillary Clinton, rakyat Pakistan dipengaruhi untuk menekan pemerintah Pakistan agar segera menghalau mujahidin Taliban Pakistan. Hillary juga mengatakan bahwa pergerakan mujahidin Taliban Pakistan merupakan ancaman besar untuk eksistensi Pakistan.

Langkah terakhir yang cukup mengejutkan dari Amerika adalah berupaya membujuk negera kafir India agar berdamai dengan Pakistan, untuk kemudian bersama-sama menggempur mujahidin Taliban Pakistan.

Sebagai langkah awalnya, Amerika telah meminta India untuk menarik mundur pasukannya di perbatasan dan membiarkan Pakistan berkonsentrasi menghadapi Taliban. Siapa pun tahu, antara India dan Pakistan terjadi konflik yang tidak berkesudahan, termasuk dalam memperebutkan wilayah Kashmir.

Di samping itu, Amerika juga merasa perlu untuk meningkatkan kerja sama militer secepatnya dengan Pakistan. Melalui sekretaris pertahanannya, Michele Flournoy, disampaikan maksud untuk memberikan pelatihan kepada angkatan perang Pakistan dan memberikan mereka nasehat atau strategi untuk mendukung operasi mereka melawan mujahidin Taliban Pakistan. Namun, satu pertanyaan penting harus diajukan kepada para petinggi di gedung putih, sanggupkah pasukan mereka bersama dengan seluruh sekutu mereka untuk mengalahkan semangat jihad mujahidin Taliban Pakistan ?

Jihad Hingga Tidak Ada Lagi Fitnah

“…Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran) maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS Al Anfal : 39)

Banyak pejabat AS dan para pakar lainnya memperkirakan bahwa para mujahidin Taliban tidak akan pernah menyerah dan bahkan semakin meningkatkan perlawanannya. Seorang penulis dan ahli terorisme, Ahmad Rashid mengatakan dalan sebuah konferensi di Washington, Rabu (15/4).

"Taliban saat ini menjadi pasukan yang terus meningkatkan dirinya. Mereka mempunyai agenda untuk Pakistan, dan agenda itu tidak lain adalah untuk menumbangkan pemerintah Pakistan dan men-Taliban-kan seluruh negara tersebut."

Tidak salah, tujuan akhir mujahidin Taliban Pakistan memang bukan hanya penerapan syari’at di beberapa tempat saja, akan tetapi di seluruh Pakistan. Bahkan, secara lebih luas lagi adalah hingga tidak ada lagi fitnah (agama musyrik) di muka bumi ini.

Muslim Khan, juru bicara mujahidin Taliban Pakistan dari Lembah Swat mengatakan :

"Syariat Islam tidak pernah memerintahkan kami untuk berhenti berperang, Jika pemerintah Afghanistan atau Pakistan masih meneruskan perang dan mendukung kebijakan anti-Muslim, tidak mungkin Taliban merebahkan tangan mereka. Ketika kami telah berhasil mencapai tujuan di satu wilayah, maka kami akan berjuang di wilayah lainnya.”

Inilah janji mujahidin Taliban Pakistan, yang dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak akan meletakkan senjata mereka walau syariat Islam telah diterapkan di wilayah Lembah Swat dan Barat laut Pakistan. Mereka akan terus berjuang agar seluruh wilayah Pakistan menerapkan syariat Islam.

Bahkan mereka, mujahidin Taliban Pakistan juga siap untuk melancarkan serangan hingga ke Afghanistan. Para mujahidin Taliban Pakistan akan secepatnya memasuki Afghanistan untuk bersama-sama bertempur dengan mujahidin Afghanistan melawan tentara teroris AS dan sekutunya. Muslim Khan menambahkan :

"Perjuangan kami adalah untuk menerapkan aturan buatan Allah di bumi milik Allah. Kami akan mengirimkan mujahidin kami ke Afghanistan jika mujahidin Afghanistan memerlukan kami secepatnya."

Kini, konsentrasi mujahidin Taliban Pakistan memang mengarah ke Islamabad, ibu kota Pakistan. Berulang kali mereka mengisyaratkan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar Islamabad, bisa ditaklukkan. Seorang panglima mujahidin Taliban mengatakan pada hari Rabu (8/4) akan keyakinan untuk segera menaklukkan Islamabad.

"Tidak akan lama lagi Islamabad akan ada dalam genggaman mujahidin."

Kabar terakhir menginformasikan bahwa sekitar 20 kendaraan yang membawa sejumlah mujahidin telah memasuki Distrik Buner, 100 km Baratlaut Islamabad pada Senin (6/4). Beberapa pejabat lokal juga mengonfirmasikan pada Rabu (8/4) kebenaran bahwa para mujahidin telah memasuki wilayah kota dan bertempur dengan personil polisi Pakistan di beberapa bagian di distrik Buner.

Mujahidin Taliban Pakistan telah bersumpah menjadikan beberapa kota besar di Pakistan menjadi medan pertempuran setelah mereka menegakkan kekuasaannya sepanjang barat laut negara tersebut.

Syekh Baitullah Mehshud, Pemimpin Mujahidin Taliban Pakistan secara tegas juga menyatakan sikapnya untuk terus menggempur Pakistan selama masih bekerjasama dengan Amerika. Pada Selasa (31/3) lalu, beliau juga menyatakan pertanggung-jawaban atas serangan berdarah di akademi kepolisian Lahore (30/3). Beliau mengatakan :
"Kami mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Ini adalah balasan terhadap serangan terus-menerus pesawat tak berawak milik AS di atas wilayah kami."
Beliau juga mengaku bertanggung jawab terhadap serangan istisyhad (bom syahid) pada 23 Maret silam di halaman kantor polisi di Islamabad. Keberhasilan mujahidin Taliban Pakistan juga tidak terlepas dari dukungan mujahidin global, terutama Taliban dan Al Qaeda.

Perjuangan mujahidin Taliban Pakistan mendapat simpati dari mujahidin di seluruh dunia. Al Qaeda, sebuah organisasi jihad global, melalui salah seorang tokohnya, Syekh Abu Yahya Al-Libbi, menyampaikan simpati yang besar kepada perjuangan kaum Muslimin Pakistan, dan mendoakan syahidnya Syekh Abdur Rashid Ghazi, dan menjuluki beliau sebagai “Master of Martyrs.”

Pimpinan tertinggi Al Qaeda, Syekh Usamah bin Ladin bahkan merilis sebuah video khusus yang diproduksi oleh sayap media mereka, As Sahab, untuk menyerukan jihad kepada seluruh rakyat Pakistan. Video berjudul Hayya alal jihad (Ayo Berjihad, Pesan Untuk Rakyat Pakistan) yang dirilis pada bulan September 2007/Ramadhan 1428 H sedikit banyak telah menyemangati ruh jihad kaum Muslimin di seantero Pakistan. Diawali dengan mengulas tragedi Masjid Merah, konspirasi batil pemerintah sekuler Pakistan dengan Amerika, Syekh Usamah Bin Ladin menggugah semangat dan keberanian rakyat Pakistan untuk berjihad menumbangkan rezim sekular pimpinan Pervez Musharraf ketika itu.

Akhirnya, kita harus menyebut satu nama lagi untuk masalah ini, yakni Mullah Muhammad Umar, Amirul Mu’minin Imarah Islam Afghanistan, sekaligus pelopor dan pemimpin umum gerakan Taliban. Dalam buku “The Giant Man, Biografi Mullah Umar”, karangan Husayn Bin Mahmud, orang terdekat dan kepercayaan beliau, diceritakan bagaimana lelaki perkasa dari Qandahar ini, Mullah Muhammad Umar, berhasil dari seorang diri, kemudian menggerakkan revolusi Islam di Afghanistan melalui Taliban. Para murid atau santri yang di Afghanistan disebut dengan Taliban (jamak dari Talabah yang berasal dari bahasa Pashtun) berhasil mengambil alih kekuasaan hampir seperlima Afghanistan tanpa peperangan, tetapi dengan keinginan penduduknya yang memang rindu tegaknya syari’at dan keamanan.

Kini, mujahidin Taliban Pakistan sedang mengikuti jejak keberhasilan revolusi Islam saudara-saudara mereka, Taliban Afghanistan. Masyarakat Pakistan juga sudah lama merindukan tegaknya syari’at Islam yang lebih memberikan rasa aman dan kesejahteraan yang hakiki. Kondisi ini memungkinkan penguatan Imarah Islam Afghanistan untuk kemudian menjadi jantung Khilafah Islam dengan diterapkannya syari’at Islam di seantero Pakistan.

Wallahu’alam bis showab!